SORONG – Bupati Maybrat, Dr. Drs Bernard Sagrim,MM memastikan akan mengevaluasi dan mengganti Kepala Kampung di Kabupaten Maybrat yang kedapatan tidak mengelola dan mempertanggungjawabkan penggunaan dana otonomi khusus melalui Program Strategis Pembangunan Kampung (Prospek) maupun Alokasi Dana Kampung. Warning Bupati Maybrat ini disampaikannya di hadapan peserta Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Kampung se-Kabupaten Maybrat di Vega Hotel Kota Sorong, baru-baru ini.
Sagrim mengatakan, untuk pembangunan kampung ada tiga sumber dana yang dibiayai oleh pemerintah yaitu sumber APBN yang di Maybrat akrab disebut Dana Jokowi, juga Program Strategis Pembangunan Kampung (Prospek) Otonomi Khusus yang dananya bersumber dari APBD Provinsi Papua Barat, serta yang ketiga yakni anggaran Dana Kampung. “Coba bayangkan, kurang baik apalagi pemerintah,” tukas Sagrim.
Selain tiga sumber pembiayaan untuk pembangunan kampung, Sagrim juga mengatakan pembiayaan lintas sektor dari dinas-dinas terkait seperti halnya pembangunan jalan lingkungan dari Dinas PU, pembangunan Pustu dari Dinas Kesehatan, dan juga fasilitas lain yang dibangun pemerintah langsung ke kampung dan distrik. ”Sekarang persoalannya kembali kepada kita. Dengan dana yang begitu besar ini kalau masih membuat kita mengeluh, itu sungguh keterlaluan,” tegas orang nomor satu di Kabupaten Maybrat ini.
Di sisa masa kepemimpinannya delapan bulan kedepan, Sagrim mengingatkan agar dana-dana pembangunan kampung tersebut harus dipergunakan baik. “Ingat e,, ini penegasan terakhir dari bapa sebelum meletakan jabatan, bahwa anggaran yang begitu besar ini harus dipergunakan dengan baik. Dalam enam bulan kedepan kalau laporan penggunaan anggaran kampung tidak bisa dipertanggungjawabkan secara baik, maka siap-siap untuk dievaluasi,” pungkas Sagrim. (ris)















