• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Selasa, 8 September 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Bersiaplah Menyambut Kehadiran Provinsi Papua Barat Daya !

by admin
15 September 2022
in Berita Utama
0
Bersiaplah Menyambut Kehadiran Provinsi Papua Barat Daya !

Mamberob Yosephus Rumakiek. kepada Radar Sorong, di Jakarta Pusat, Rabu (14/9)

Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

JAKARTA – Anggota DPD RI dari Dapil Papua Barat, Mamberob Yosephus Rumakiek,S.Si mengatakan bahwa tahapan pemekaran daerah otonomi baru di Papua dan Papua Barat berjalan mengikuti amanat Undang-undang Otonomi Khusus Papua yang telah direvisi, UU Nomor 2 Tahun 2021, sehingga Provinsi Papua bertambah 3 provinsi dan Papua Barat akan bertambah 1 provinsi yakni Papua Barat Daya.

“Aspirasi tentang Papua Barat Daya bukan aspirasi yang baru, sudah berlangsung lama, yang berjuang sebagian sudah tidak ada lagi (meninggal dunia), dan ruang ini baru terbuka ketika revisi Undang-undang Otsus ini muncul sehingga tahapan yang berjalan ini. Sebenarnya di DPR ini tinggal selangkah lagi karena sampai dengan pembahasan kemarin sudah pengambilan keputusan tingkat pertama dan tidak ada perdebatan atau tidak ada yang menolak dari setiap pandangan fraksi. Artinya tinggal selangkah lagi ketuk palu untuk Provinsi Papua Barat Daya,” kata Mamberob Rumakiek kepada Radar Sorong di Jakarta Pusat, Rabu (14/9).

Berita Terkait

Menuju MTQ Nasional XXXI, Gubernur Lepas 71 Kafilah Papua Barat Daya

Menuju MTQ Nasional XXXI, Gubernur Lepas 71 Kafilah Papua Barat Daya

6 September 2026
62
Sukseskan PAPEDA Summit 2026, Papua Pegunungan Tampilkan UMKM Binaan Sekolah Adat

Sukseskan PAPEDA Summit 2026, Papua Pegunungan Tampilkan UMKM Binaan Sekolah Adat

4 September 2026
25
1.030 Peserta Ikuti PAPEDA Summit 2026, Menko Pangan : Papua harus Diberikan Kepercayaan

1.030 Peserta Ikuti PAPEDA Summit 2026, Menko Pangan : Papua harus Diberikan Kepercayaan

2 September 2026
62

Dikatakannya, aspirasi masyarakat dari wilayah Sorong Raya yang meminta pemekaran Provinsi Papua Barat Daya, direspon pemerintah melalui revisi Undang-undang Otonomi Khusus, dan langkah cepat pemerintah bersama DPR, surpres  ke DPR dan ditindaklanjuti untuk pembahasan di Komisi ll DPR RI sudah sampai pada tahap titik akhir dan sedikit lagi atau selangkah lagi sudah masuk pada penetapan Provinsi Papua Barat Daya.

ADVERTISEMENT

“Kita membuat langkah cepat tetapi juga Komisi ll  yang menindaklanjuti Surat Presiden kemudian melakukan pembahasan, akhirnya Provinsi Papua Barat Daya sebentar lagi diketuk palu.  Dan ini juga bagian dari aspirasi masyarakat kita di wilayah Sorong Raya, sehingga kita minta ke masyarakat agar bersiap diri, berbenah diri untuk kehadiran Provinsi Papua Barat Daya. Saya kira hal-hal lain mengenai tapal batas atau batas wilayah, kita minta juga kepada pemerintah, Komisi ll untuk segera dituntaskan sebelum provinsi ini jadi, atau paling tidak sudah mendapat pembahasan untuk penyelesaian masalah tapal batas antar Kabupaten maupun antar Provinsi,” tuturnya.

Dikatakannya, perlu keseriusan pemerintah secara arif dan bijaksana agar masalah tapal batas ini tidak berlarut-larut. “Pengalaman kita dengan daerah-daerah perbatasan ini, baik Kabupaten Sorong dengan Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Sorong dan Kabupaten Sorong Selatan sampai kemarin masih terjadi tarik menarik batas wilayah, tapi menurut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sudah diselesaikan. Artinya, pengalaman ini supaya jangan jadi permasalahan lagi ketika muncul Provinsi Papua Barat Daya. Dengan hadirnya Provinsi Papua Barat Daya, hal-hal klasik seperti tapal batas diharapkan tidak lagi menjadi masalah yang menghambat proses pembangunan atau jalannya Provinsi Papua Barat Daya,” tandasnya.

Terkait adanya usulan untuk memasukkan Kabupaten Fakfak dengan Kabupaten dan  Kaimana ke dalam Provinsi Papua Barat Daya, senator asal Papua Barat ini mengatakan memang ada pro dan kontra. “Kami melihat Gubernur Waterpauw menyampaikan untuk mengakomodir Fakfak dengan Kaimana, tetapi ada penolakan dari masyarakat adat Fakfak dan Kaimana untuk tidak bergabung ke Provinsi Papua Barat Daya. Nah, saya kira perlu memperhatikan bahwa secara wilayah adat bahwa Fakfak dan Kaimana masuk wilayah Bomberay, tetapi usulan awal Papua Barat Daya hanya berada di Sorong Raya, jadi 5 kabupaten dan 1 kota,” tegasnya.

Menurutnya, cukup beralasan ketika masyarakat adat di Fakfak dan Kaimana memilih untuk tidak ikut bergabung dengan Papua Barat Daya, dan sikap itu kita hargai, kita menghormati hak masyarakat adat, aspirasi masyarakat adat di sana. “Oleh karena itu Kabupaten Fakfak dan Kaimana tidak  termasuk dalam Provinsi Papua Barat Daya dan itu perlu kita hormati karena secara geografis wilayah adat memang mereka ada di wilayah Bomberay,” pungkasnya. (zia)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Purna Praja STPDN Peduli Korban Banjir

Next Post

Pemda R4 Hentikan Sementara Operasional Kapal Cepat PT BPM

Related Posts

Menuju MTQ Nasional XXXI, Gubernur Lepas 71 Kafilah Papua Barat Daya
Berita Utama

Menuju MTQ Nasional XXXI, Gubernur Lepas 71 Kafilah Papua Barat Daya

6 September 2026
62
Sukseskan PAPEDA Summit 2026, Papua Pegunungan Tampilkan UMKM Binaan Sekolah Adat
Berita Utama

Sukseskan PAPEDA Summit 2026, Papua Pegunungan Tampilkan UMKM Binaan Sekolah Adat

4 September 2026
25
1.030 Peserta Ikuti PAPEDA Summit 2026, Menko Pangan : Papua harus Diberikan Kepercayaan
Berita Utama

1.030 Peserta Ikuti PAPEDA Summit 2026, Menko Pangan : Papua harus Diberikan Kepercayaan

2 September 2026
62
LJ Klaim Jadi Korban Politik Usai Tolak Fakfak-Kaimana Masuk Papua Barat Daya
Berita Utama

LJ Klaim Jadi Korban Politik Usai Tolak Fakfak-Kaimana Masuk Papua Barat Daya

29 Agustus 2026
640
Bukan KTP Raja Ampat, Harga Tiket Kapal Cepat Sorong-Waisai (PP) Naik jadi Rp 175.000/Orang
Berita Utama

Bukan KTP Raja Ampat, Harga Tiket Kapal Cepat Sorong-Waisai (PP) Naik jadi Rp 175.000/Orang

27 Agustus 2026
72
Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card
Berita Utama

Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card

21 Agustus 2026
53
Next Post
Pemda R4 Hentikan Sementara Operasional Kapal Cepat PT BPM

Pemda R4 Hentikan Sementara Operasional Kapal Cepat PT BPM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Dorong Percepatan Pembangunan, DPRP dan TAPD PBD Rampungkan KUA-PPAS APBD-P 2026

Dorong Percepatan Pembangunan, DPRP dan TAPD PBD Rampungkan KUA-PPAS APBD-P 2026

8 September 2026
Serentak di 8 Kota, Pertamina Patra Niaga Bagikan 8.100 Porsi Makanan, 750 Porsi di Jayapura

Serentak di 8 Kota, Pertamina Patra Niaga Bagikan 8.100 Porsi Makanan, 750 Porsi di Jayapura

8 September 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!