SORONG- Ditandai dengan penabuhan tifa, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Dr (HC) Zulkifli Hasan, SE, MM membuka secara resmi PAPEDA Summit (Papua Action for Development, Economy, and Sustainable Nature) 2026 di Gedung Lambert Jitmau, Kota Sorong, Papua Barat Daya, (2/9/2026).

Papeda Summit yang digelar Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bersama lebih dari 50 organisasi masyarakat sipil dan mitra pembangunan di Tanah Papua ini berlangsung 2–4 September 2026 di Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Mengusung semangat “Celebrating Papua Action for People, Environment, and Sustainable Development,” PAPEDA Summit menjadi ruang bersama untuk
memperkuat arah pembangunan Tanah Papua yang menempatkan manusia, alam, dan budaya sebagai fondasi utama.
Ketua Panitia, Julian Kelly Kamu, ST, M.Si mengatakan, PAPEDA Summit 2026 lahir dari rangkaian pertemuan sejumlah gubernur di Manokwari dan Timika, yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan lebih dari 50 organisasi masyarakat sipil di Jayapura pada Maret 2026.
Rangkaian pertemuan tersebut menyepakati perlunya sebuah platform strategis yang mempertemukan masyarakat adat, organisasi masyarakat sipil, akademisi, sektor swasta, mitra pembangunan, dan pemerintah untuk memperkuat kolaborasi serta mendorong transformasi menuju ekonomi yang lebih regeneratif di Tanah Papua.
Penyelenggaraan PAPEDA Summit berangkat dari posisi penting Tanah Papua sebagai salah satu bentang ekosistem utuh terbesar yang tersisa di Indonesia sekaligus pusat keanekaragaman hayati dan budaya dunia.
Tanah Papua memiliki sekitar 34,2 juta hektare hutan primer dan 1,6 juta hektare mangrove, berada di jantung Coral Tiangle, serta menjadi rumah bagi lebih dari enam juta penduduk, termasuk ratusan komunitas masyarakat adat dengan lebih dari 300 bahasa.
Julian Kelly Kambu juga melaporkan, PAPEDA Summit diikuti 1.030 peserta dari 6 provinsi se Tanah Papua. Selain itu hadir 2 delegasi kedutaan, 15 kementerian, dan 56 mitra/CSO.
Dikatakan Kelly Kambu, banyaknya peserta yang mencapai hingga 1.030 orang diluar ekspektasi panitia dan ini bukan hanya sekedar angka. “Ini menunjukkan besarnya perhatian dan harapan terhadap masa depan Papua,”ujar Kelly Kambu.
Dikatakan bahwa Papeda Summit adalah ruang bersama yang mempertemukan pemerintah, masyarakat adat, organisasi masyarakat, akademisi, dunia usaha, CSO yang bekerja untuk tanah Papua, perempuan, dan generasi muda untuk mencerahkan arah pembangunan tanah Papua yang lebih adil, berkelanjutan, dan berkesinambungan.
“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah kita berbicara tentang konsep pembangunan berkelanjutan. Di konsep pembangunan berkelanjutan itu, kita bicara lingkungannya bagaimana, sosialnya bagaimana, ekonominya bagaimana, dan kebijakannya bagaimana untuk melihat ini semua, hingga kita tidak berpikir untuk generasi hari ini, kita berpikir keadilan untuk generasi yang akan datang, bagaimana generasi yang akan datang, nah itu kita rumuskan itu semua secara baik,”jelas Kelly Kambu.
Dalam pembukaan PAPEDA Summit 2026, Gubernur Papua Barat Daya menegaskan pentingnya memastikan forum ini menghasilkan dampak yang nyata dan berkelanjutan
bagi masyarakat Papua.
“Saya berharap PAPEDA Summit ini tidak hanya menjadi sekadar pertemuan. Kehadiran kita yang begitu banyak harus memberi dampak yang lebih luas. Setelah pertemuan ini, kita harus tetap berkomitmen membangun Tanah Papua dan memperkuat kolaborasi sebagaimana yang telah disampaikan panitia,” ujar Elisa Kambu.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan pengakuan dan perlindungan hak masyarakat adat, terutama terkait wilayah dan tanah adat.
“Urusan hukum dan pengakuan hak atas tanah masyarakat adat harus dipercepat. Bahkan kami pemerintah Provinsi berkomitmen akan membantu pemetaan wilayah adat dan tanah masyarakat adat,” tegasnya.
Pada pembukaan PAPEDA Summit 2026, Menko Pangan Zulkifli Hasan hadir sebagai salah satu keynote speaker.
Kehadiran Menko Pangan menjadi bagian dari keterlibatan pemerintah pusat dalam forum ini, khususnya dalam memperkuat dialog mengenai arah pembangunan Tanah
Papua, kedaulatan pangan berbasis sumber daya lokal, serta keterhubungannya dengan agenda pembangunan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pembangunan di Papua harusmemberikan ruang yang kuat bagi masyarakat adat sekaligus memastikan mereka
memperoleh manfaat langsung dari proses pembangunan.
“Saya sepakat dengan apa yang disampaikan Gubernur, pembangunan dan pemerataan pembangunan harus melibatkan masyarakat adat dan memastikan masyarakat adat menerima manfaat. Kalau tidak memberikan manfaat kepada masyarakat, maka pembangunan itu perlu kita pertanyakan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada masyarakat Papua dalam menentukan dan menjalankan arah pembangunannya.
“Saya percaya Papua harus diberi kepercayaan penuh,” katanya. Melalui PAPEDA Summit 2026, Tanah Papua ingin menunjukkan bahwa masa depan pembangunan dapat dibangun dengan menjaga keterhubungan antara manusia, alam,budaya, dan ekonomi.
Zulkifli Hasan juga berharap PAPEDA Summit ini bisa menghasilkan agenda yang konkret, bermanfaat bagi masyarakat.
“Jangan sampai nanti Papua itu hanya jadikan tempat seminar gitu ya, tetapi ada hasil, ada karya nyata, ada manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat yang ada di sekitar hutan. Ada program aksinya yang nyata,”pinta Menko Pangan, Zulkifli Hasan kepada media. (ros)















