Pemprov Akan Ambil Langkah Hukum Jika Oknum–oknum Tersebut Tidak Berhenti
SORONG-Beredar luas video dukungan terhadap Muhammad Musa’ad sebagai Gubernur Papua Barat Daya 2024. Beberapa video berdurasi 16 detik, 18 detik dan 20 detik dikirim melalui pesan WhatsApp bahkan di upload ke media sosial seperti Facebook.
Ditegaskan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Plt. Kadis Kominfo Provinsi Papua Barat Daya (PBD) Irma Riyani Soelaiman, S.Sos, MM, kepada Radar Sorong, Jumat (19/5) sore, bahwa video berisi dukungan tersebut adalah propaganda murahan, dan hoax atau informasi bohong.
“Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menegaskan bahwa isi pernyataan di dalam video-video tersebut bohong atau hoax,” tegasnya.
Dijelaskan bahwa Terkait beberapa video yang beredar yang menyatakan dukungan politik kepada Pj. Gubernur Papua Barat Daya, Dr.Drs.Muhammad Musa’ad,M.Si untuk maju sebagai calon Gubernur definitif pada pilkada 2024, bahwa mereka adalah orang-orang yang ingin mengadu domba kenyamanan dan menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat di wilayah Provinsi Papua Barat daya.
“Seperti video yang mengatasnamakan jaringan aktivis nasional, mengatasnamakan Kader HMI dan sekelompok pemudi islam. Itu kita tidak tahu menahu siapa mereka,” jelasnya.
Irma mengatakan bahwa Konsentarsi Pj Gubernur PBD lebih terfokus pada pembangunan kesejahteraan masyarakat di Provinsi PBD selama masa jabatannya. Sehingga Pj Gubernur PBD tidak akan merespon propaganda-propaganda murahan seperti itu.
“Pj Gubernur Papua Barat Daya (PBD) adalah milik semua elemen masyarakat dan akan bekerja dan mengabdi untuk kepentingan semua elemen masyarakat di wilayah Provinsi PBD,” katanya.
Lanjutnya, bahwa Pj Gubernur PBD sebagai seorang profesional dan birokrat senior diyakini pasti taat asas dan tidak akan merespon propaganda-propaganda murahan seperti itu.
“Pj Gubernur PBD akan tetap konsisten melaksanakan tugas dalam meletakan pondasi yang kuat dan prospektif bagi percepatan pembangunan kesejahteraan masyarakat Papua Barat Daya secara berkeadilan,” kata Irma.
Ia mengimbau kepada pihak-pihak yang sedang meng-skenario cara-cara adu domba untuk wilayah Papua Barat Daya agar sadar dan berhenti melakukan tindakan-tindakan tidak menyenangkan, kalau tidak diindahkan maka akan diambil langkah hukum.
“Diimbau kepada masyarakat untuk tidak begitu saja mempercayai berita-berita atau informasi seperti video-video dukungan yang viral tanpa mengecek kebenarannya secara resmi dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya baik, melalui media yang kami lakukan klarifikasi atau media pemprov serta pernyataan langsung pimpinan daerah,” pungkasnya.(zia)













