AIMAS – Jelang berakhir masa jabatan Bupati-Wakil Bupati, pembangunan rumah ibadah sebagai sarana peribadatan umat menjadi fokus Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru, SH. M.Si. Setelah memulai pembangunan 2 gereja di Distrik Salawati Tengah beberapa waktu lalu, serta peresmian Pura Puja Astiti, kini rumah ibadah selanjutnya adalah Masjid Nurul Huda di Majaran.
Pembangunan masjid tersebut dilakukan oleh Bupati Sorong secara simbolis dengan peletakan batu pertama pada Jumat (11/3). Pembangunan masjid tersebut di latarbelakangi oleh usia bangunan lama masjid yang sudah menginjak 28 tahun. Sehingga dirasa perlu direhabilitasi bangunan masjid tersebut.
Masjid Nurul Huda selama ini juga menjadi masjid persinggahan bagi jamaah muslim. Sehingga di waktu-waktu tertentu jamaah membludak, sedang masjid tidak mampu menampung. Masjid ini juga sebagai satu-satunya TPA/TKA di sebagian besar Majaran.
Pembangunan masjid tersebut dimulai dengan modal awal Rp 23.000.000 yang merupakan dana dari donatur dan jamaah masjid. Juga dengan modal 6 rit pasir pasang, 1 rit batu karang dan 132 sak semen.
Bupati Sorong mengatakan, secara kasatmata dirinya juga menilai bajwa memang dibutuhkan pembangunan terhadap Masjid Nurul Huda. Sebab kondisi kusen sudah mukai rapuh. Apalagi posisi jalan utama di depan masjid juga sudah jauh lebih tinggi dari posisi masjid, sehingga dinilai rawan banjir.
“Ini posisi jalan sudah lebih tinggi daripada masjid, takutnya banjir kalau saat hujan. Maka saya rasa memang harus direhab, supaya jamaah juga bisa datang dan ibadah disini dengan lebih konsentrasi (khusyuk),”kata bupati.
Diakui Bupati, Kehadiran Markas Komando Armada 3 memang membuat kehidupan di Distrik Salawati tumbuh pesat. Hal tersebut mengharuskan pemerintah untuk melakukan penyetaraan pembangunan di daerah Salawati memang yang semakin baik.
“Salawati berpeluang jadi kota besar dengan perkembangan yang pesat. Apalagi markas besar AL ada di sini. Sehingga memang pembangunan juga harus setara,” kata Bupati.
Disampaikan Bupati, pembangunan rumah ibadah menjadi fokusnya belakangan ini. Mengingat, kebaikan apapun yang dilakukan berkaitan dengan pembangunan rumah ibadah tidak akan kembali sia-sia.
“Ini juga bagian dari rumah Tuhan. Bagi orang yang beriman dan percaya, kita tidak bisa mati membawa uang ke surga. Tetapi justru ketika masih hidup, kita bisa mengirim uang itu ke sana (surga). Dengan cara membangun rumah ibadah,” tegasnya.
Bupati memastikan bajwa pembangunan tumah ibadah tak akan terbengkalai meski baru mulai di bangun di akhir masa jabatan. Sebab Bupati sudah menitipkan pesan kepada OPD teknis untuk mengawal pembangunan hingga rampung. (ayu)













