Johanis Momot : Dikerjakan Dua Bulan, Telan Dana Rp 1.5 M
JAKARTA – Anjungan Provinsi Papua Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta berpenampilan 180 derajat dari sebelumnya. Bangunan semula bercorak klasik dan kurang mencerminkan rumah adat di Papua Barat, kini berubah menjadi rumah adat kaki seribu.
Pekerjaan renovasi anjungan di TMII menurut Kepala Dinas PUPPR Papua Barat dikerjakan dalam waktu dua bulan. ”Ini kita kerjakan selama dua bulan dengan dana Rp. 1.5 miliar,” terang Momot kepada Radar Sorong, kemarin.
Jumat (25/11) kemarin anjungan PB di TMII diresmikan oleh PJ Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, MSi. Acara peresmian anjungan tersebut selain dihadiri sejumlah pejabat PB juga disaksikan dua orang anggota DPD RI Dapil Papua Barat, Sanusi Rahaningmas, S.Sos, MH, Dr. Filep Wamakma, SH, MH serta Ketua TP PKK PB Ny. Waterpauw.
Di depan snjungan terlihat dua patung burung kasuari sebagai burung khas PB sekaligus digunakan zebagai lambang daerah.
Rumah adat kaki seribu sendiri hampir berada di wilayah Manokwari Raya. Di mana model rumah panggung dengan memiliki tiang atau penyangga rumah cukup banyak. Karena banyaknya tiang itulah dinamakan rumah kaki seribu.
”Renovasi ini memang sangat singkat, karena praktis dari september sampai Oktober,” terang Momot.(pon)













