MANOKWARI – Akibat cuaca buruk dan angin kencang yang melanda Manokwari sejak Selasa (27/6) pagi, ratusan penumpang maskapai Lion Group (Lion Air, Batik Air & Wings Air) terkatung-katung di ruang tunggu Bandara Rendani, akibat maskapai yang hendak ditumpangi terpaksa delayed dan harus di-reschedule.
Pantauan Radar Sorong, tak ada satu pun armada yang landing di Bandara Rendani sejak pagi tadi. Namun sempat ada armada yang sepertinya hendak landing namun tak jadi dan terpaksa megudara lagi karena kabut putih yang menyelimuti seputaran Bandara.
Beberapa jadwal penerbangan delayed diantaranya, Lion Air JT-788 tujuan Jayapura pukul 8.20 WIT, Batik Air ID-6151 tujuan Sorong pukul 09.00 WIT, Lion Air JT-941 tujuan Sorong pukul 9.20 WIT, Wings Air IW-1615 tujuan Kaimana pukul 10.10 WIT dan Lion Air JT-785 tujuan Ujung Pandang pukul 10.40 WIT.
Adapun maskapai yang batal mengudara yakni Sriwijaya Air SJ-571 tujuan Ujung Pandang yang seharusnya bertolak dari Bandara Rendani pukul 9.30 WIT. Sementara itu, beberapa maskapai masih on schedule, yakni Wings Air IW-1556 tujuan Nabire pukul 13.10 WIT, Lion Air JT-945 tujuan Sorong pukul 13.10 WIT.
Lebih dari dua jam menanti, sebagian penumpang sudah tampak gelisah dan mulai bergumam dengan nada kesal. Namun ada pemandangan unik unik di sela-sela kejenuhan para penumpang dalam penantiannya.
Dimana tepat pukul 10.00 WIT, pihak Bandara mengumandangkan Lagu Indonesia Raya sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air yang mana hal tersebut telah menjadi rutinitas harian. Spontan, seluruh penumpang dan petugas Bandara dengan sikap tegap menghadap ke arah landasan pacu, langsung ikut menyanyikan lirik lagu kebangsaan tersebut. Sayangnya, tak semua penumpang merespon dengan baik.
Salah seorang penumpang Lion Air tujuan Jayapura, Alexander Tecuari, mengaku tak sepakat dengan sikap tersebut. Menurutnya, lagu kebangsaan harusnya dikumandangkan di tempat dan momen yang seharusnya, misalnya ketika upacara.
“Menyanyikan lagu kebangsaan ada caranya, harua menyanyi dengan sikap sempurna di tempat yang tepat. Kalau disini suasananya kurang pas. Ada yang tiduran di lantai, yang lain lagi makan, yang lain main HP, tiba-tiba putar lagu. Jadi penumpang lain juga bingung-bingung,” keluhnya.
Alex juga menyayangkan pihak maskapai yang telah berjam-jam belum memberikan kepastian waktu keberangkatan. Ataupun mensosialisasikan maupun memberikan kompensasi atas keterlambatan maskapai.
Namun berdasarkan informasi yang dilansir Radar Sorong, kompensasi atas penundaan dan pembatalan keberangkatan pesawat tidak berlaku jika diakibatkan faktor alam, misalnya cuaca buruk. Sebaliknya, kompensasi berlaku jika keterlambatan diaebabkan oleh kesalahan pihak maskapai, misalnya engine trouble.
Informasi terkini yang diperoleh Radar Sorong, sejumlah maskapai akan terbang dari dan menuju Bandara Rendani lagi setelah pukul 12.00 WIT. Sebab, berdasarkan perkiraan BMKG pada waktu itu cuaca Manokwari sudah mulai cerah. Namun hingga berita ini dipublikasikan pada pukul 12.40 WIT, belum tampak satu maskapai pun yang masuk ke Bandara Rendani. (ayu)















