JAYAPURA – Aksi demo penolakan Otsus Jilid II serta penolakan pemekaran daerah otonom baru (DOB) di Provinsi Papua, berlangsung secara serentak di enam kota/kabupaten, Jumat (3/6) pagi yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Nabire, Paniai, Timika dan Kabupaten Jayawijaya. Tidak ada kejadian menonjol selama aksi berlangsung.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofha Kamal mengatakan demo yang berlangsung secara serentak di enam kota/kabupaten tidak menimbulkan gangguan kamtibmas. ”Tidak ada aksi menonjol yang menggangu keamanan. Setiap ada titik kumpul massa langsung dibubarkan,” tegasnya.
Kamal menyatakan aksi demo menolak pemekaran daerah DOB dan Otsus hanyalah kedok, yang tujuannya meminta merdeka. ”Aksi seperti ini sudah familiar, setiap aksi pastinya meminta merdeka, apalagi aksi itu ditunggangi,” tegas Kamal.
Mantan Wakapoles Depok ini pun menambahkan terkait beredarnya postingan di media sosial tentang bentrok antar pengunjuk rasa dengan aparat adalah hoax. ”Postingan foto di media sosial ada korban itu bohong, itu hanya pengalihan isu agar mendapatkan simpati,” tandasnya.
Beredarnya postingan di media sosial dengan narasi ada korban luka-luka akibat pembubaran paksa demo, juga dibantah Kapolresta Jayapura Kota AKBP Victor D. Mackbon. ”Itu hoax, hanya mencari simpati public,” kata AKBP Victor Mackbon yang dikonfirmasi wartawan.
Dikatakan, himbauan untuk tidak melakukan aksi sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu, namun massa tidak menghiraukan. ”Kami tidak membatasi kelompok manapun untuk menyuarakan aspirasi, namun semuanya harus sesuai mekanisme perundang-undangan,” tegasnya.
Kapolresta Jayapura Kota mengungkapkan ada tiga titik massa yang dibubarkan di Kota Jayapura. ”Kami sudah bubarkan di wilayah Expo, Perumnas Uncen, dan lingkaran Abe. Semuanya berjalan lancar meski ada beberapa kendala, namun tidak menggangu kamtibmas,” bebernya. (al)
















