4 Orang Meninggal, Keluarga Korban Minta HS Ditangkap
SORONG – Buntut berjatuhannya korban yang diduga dipekerjakan secara illegal di Jayapura Provinsi Papua, sekelompok massa yang mengatasnamakan keluarga korban melakukan pengrusakan di tempat usaha homestay dan mendatangi rumah HS di wilayah Kota Sorong, Selasa (24/5). Informasi yang diperoleh, sebanyak 7 korban yang berjatuhan, 3 diantaranya meninggal dunia dan 4 orang lainnya dirawat di beberapa rumah sakit di Jayapura. Pengrusakan dilakukan massa di homestay milik HS yang terletak di Jalan Danau Limboto RT/01 RW/01 Kelurahan Klawasi Distrik Sorong Barat, dan juga kediaman HS di wilayah Malanu.
Ayah salah seorang korban yang masih krisis, Stevanus Turgefai menyampaikan awal keberangkatan sang anak bersama 12 rekannya ke Jayapura sebulan lalu, namun perihal tujuan keberangkan saat itu pihak keluarga tidak tahu. ”Sebulan lalu mereka dalam keadaan mabuk di malam hari, langsung berangkat ke Jayapura dengan LN yang dikoordinir oleh HS. Mereka berjumlah 13 orang, sesampainya di Jayapura, kami dengar informasi katanya mereka putar rolet,” jelas Stevanus Turgefai kepada wartawan, kemarin.
Namun lanjut Stevanus, belakangan ini pihak keluarga baru mengetahui bahwa para korban dipekerjakan oleh HS untuk bisnis pembuatan minuman keras oplosan. Stevanus membeberkan, para pekerja diperintahkan memasak, meracik, mencampur bahkan merasakan minuman oplosan tersebut. Akibatnya, 7 dari 13 pekerja dilarikan ke rumah sakit. ”Dari 7 korban dibawa ke rumah sakit, 3 diantaranya meninggal dunia dan 4 korban lainnya yakni VT (anak kandungnya) PR, DL dan LN sedang koma di rumah sakit berbeda. Sedangkan 6 pekerja lainnya sudah pulang ke Kota Sorong,” paparnya.
Oleh sebab itu, keluarga minta pihak kepolisian di Provinsi Papua Barat maupun Provinsi Papua, menangkap HS yang diduga secara ilegal memproduksi minuman keras. ”Sebenarnya 2 minggu lalu pekerjanya juga meninggal dunia, sehingga total yang meninggal dunia sebanyak 4 orang,” papar Stavanus.
Menanyakan tanggung jawab terhadap para korban, Stevanus menuturkan HS hanya menghubungi pihak keluarga saat korban pertama, dimana HS menanggung biaya kepulangan jenasah ke Kota Sorong dan memberikan ongkos yang tidak sesuai permintaan keluarga. ”Oleh sebab itu, untuk 3 korban ini pihak keluarga meminta agar jenasah korban beserta HS hadir di Kota Sorong,” tegasnya
Sementara itu, Kapolres Sorong Kota, AKBP Johannes Kindangen menuturkan pihaknya sudah mendatangi TKP Homestay Pandawa yang dirusak dan kediaman HS guna memberikan pemahaman kepada massa sehingga situasi bisa aman terkendali dan kondusif. Pihaknya lanjut Kapolres Sorong Kota, sudah melakukan pemeriksaan terhadap HS namun karena belum mencukupi alat bukti, sehingga HS hanya dikenakan wajib lapor di Polsek Sorong Barat. Akan tetapi, Polres Sorong Kota membantu Polsek Sorong Barat dalam tindakan yang dilakukan HS terutama di wilayah Jayapura. ”Kami akan koordinasi dengan Polres Jayapura, akibatnya apa sehingga kami sinkronkan dan kami dapat melakukan tindakan terhadap HS,” tuturnya
Menanyakan keberadaan HS, Kapolres menuturkan berdasarkan informasi, HS sudah berada di Jayapura sebab tempat usahanya di Jayapura. Terkait jumlah korban meninggal, Kapolres Sorong Kota menuturkan berdasarkan informasi, 5 orang masuk rumah sakit dan 2 diantaranya meninggal dunia. ”Kami akan cek lagi kebenaran informasi di Polres Jayapura. Dan kami disini tetap melakukan pencegahan. Tapi, saat ini situasi sudah kondusif dan aman. Pihak keluarga sudah membuat LP dan tuntutan terhadap HS,” imbuhnya. (juh)















