DVI Bekerja Teliti, Keluarga Diminta Bersabar
SORONG – Kepala Bidang Disaster Victim Identification (DVI) berserta tim dari Mabes Polri tiba di Kota Sorong, Kamis (27/1). Kedatangan Tim DVI Mabes Polri tersebut langsung menuju RSUD Sele Be Solu untuk mengecek kondisi jenazah korban kebakaran gedung tempat hiburan malam (THM) Double O guna melakukan identifikasi jenazah. Hingga Kamis (27/1) siang, terhitung sudah 11 anggota keluarga yang melaporkan diri dan mengikuti pengambilan DNA untuk dicocokkan dengan para korban.
Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi,S.IK,MH menjelaskan, Tim DVI Mabes Polri sebanyak 5 orang yang dipimpin Kabid DVI Kombes Pol drg. Ahmad Fauzi, MM, GDFO, Sp.OF (K) Pusdokkes Mabes Polri untuk mengidentifikasi 17 jenazah korban meninggal akibat kebakaran gedung Double 0. ”Kehadiran Tim DVI untuk mencari tahu identitas dari 17 jenazah tersebut. Kami sudah menghubungi keluarga dari masing-masing korban, dan 17 korban sudah teridentifikasi nama-namanya,” jelas Adam Erwindi saat konfrensi pers, kemarin.
Sementara itu, Kabid DVI Kombes Pol drg. Ahmad Fauzi, MM, GDFO, Sp.OF (K) menjelaskan ada 4 fase untuk dilakukan operasi DVI. Pertama, fase olah TKP yang sudah dilaksanakan. Kedua, fase pemeriksaan jenazah atau pemeriksaan posmortem untuk mendapatkan informasi mengenai ciri-ciri yang terlihat pada jenazah. Ketiga, akan dilakukan pengumpulan data antemortem yang didapat dari keluarga korban berkaitan dengan informasi ciri-ciri khas milik korban semasa hidup. Keempat, ketika data antemortem dan posmortem telah didapatkan secara maksimal, selanjutnya masuk fase rekonsiliasi dimana akan dicocokkan data yang didapatkan pada jenazah dengan data yang didapatkan berdasarkan informasi keluarga. ”Data-data tersebut terdiri dari data primer yakni sidik jari, gigi dan DNA, kemudian data sekunder. Karena data ini proses identifikasi cukup panjang, maka kami minta agar keluarga korban dapat bersabar karena kita akan bekerja secara maksimal,” ujarnya.
Timnya lanjut Kombes Fauzi, bekerja dengan mengedepankan ketelitian, tidak terburu-buru agar tidak salah dalam identifikasi. Menanyakan berapa hari dilakukan identifikasi, Kombes Fauzi mengatakan waktu identifikasi sangat ditentukan dengan kondisi jenazah. ”Dimana dari kondisi jenazah tersebut akan dilihat identifikasi apa yang paling cepat dan paling layak dengan kondisi tersebut, dan itu sangat menentukan lama atau tidaknya indentifikasi,” imbuhnya.
3 Kali Olah TKP, Belum Ada Tambahan Jenazah
Gedung Double O mengalami kerusakan hingga 80 persen imbas dari pembakaran akibat dari pertikaian dua kelompok massa pada Senin (24/1) malam. Hingga kini pihak kepolisian Polda Papua Barat dan Polres Sorong Kota masih terus melakukan olah TKP di gedung tempat hiburan malam tersebut. ”Kami sudah melaksanakan 3 kali olah TKP di semua ruangan, dimana kami mengamankan beberapa barang bukti seperti parang dan lain sebagainya,” kata Kombes Adam Erwindi kepada wartawan.
Menanyakan apakah ada kemungkinan penemuan jenazah lainnya, Kabid Humas mengakui selama 3 kali olah TKP, pihaknha belum menemukan jenazah lainnya, hanya 17 jenasah yang telah dievakuasi. Akan tetapi tim akan terus melakukan olah TKP di gedung tersebut. ”Yang menjadi kendala bangunan khusus lantai 2 itu, kami meminta PU dan Pemadam Kebakaran untuk mengecek apakah kondisi bangunan layak atau tidak untuk dilakukan olah TKP,” ujarnya.
Menanyakan apakah ada laporan keluarga terkait orang hilang yang bukan berasal dari 17 jenazah, Kabid Humas Polda PB menuturkan hingga saat ini belum ada laporan ke Polres Sorong Kota. ”Justru 17 jenazah ini berdasarkan data dari managernya, namun hanya 1 keluarga korban yang belum bisa dihubungi,” ungkapnya. Dalam olah TKP, Kabid Humas mengatakan ada beberapa barang yang ditemukan pada diri korban kebakaran, seperti kalung, jam tangan dan barang-barang tersebut sudah dicatat untuk kepentingan identifikasi nantinya.(juh)














