SORONG-Dimeriahkan Suling Tambur, Petronela Kambuaya resmi mendaftarkan diri di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Papua Barat Daya sebagai bakal Calon Walikota Sorong periode 2024-2029.
Petronela datang dengan diantar para pendukung hingga suling tambur. Dia juga terlihat menggunakan baju berwarna putih dengan selempang kuning hingga mahkota asli Papua.
Ketua Tim Seleksi Bakal Calon Walikota Sorong DPD PKS Kota Sorong La Ode Samsir menjelaskan Petronela menjadi Bakal Calon Walikota Sorong terakhir yang mendaftarkan diri di DPD Partai PKS Sorong. La Ode juga menyanjung Petronela Kambuaya sebagai pelangi yang mengunjungi Kantor DPD PKS Sorong.
“Hari ini adalah hari terakhir kami buka pendaftaran, ditutup dengan datangnya Mama Kartini Kota Sorong, Petronella Kambuaya. Langit tidak selalu mendung, akan datang pelangi dan saat ini datangnya Pelangi dengan mahkota adat Papua,” jelasnya dalam sambutan, Senin (22/4).
La Ode menyebut Petronela duduk di bangku berwarna kuning, memakai baju putih dan selempang Kuning hingga Mahkota Papua. Maka, PKS siap menyalakan yang berwarna kuning. PKS, sambung La Ode mencari sosok pemimpin terbaik untuk Kota Sorong yang punya visi-misi yang sesuai dengan PKS.
“Kami mencari sosok terbaik di Kota ini, kami mencari harapan baru untuk membuat perubahan dan meneruskan hal baik di kota ini. Kami berharap mama Petronela menjadi salah satu sosok yang visi-misinya sama dengan PKS. Mama duduk di bangku kuning, memakai baju putih, selempang kuning dan mahkota Kuning. PKS siap menyalakan yang warnanya kuning,” tuturnya.
Bakal Calon Walikota Sorong, Petronella Kambuaya menyampaikan motivasinya berkiprah di eksektutif setelah 3 periode jabat DPDR Kota Sorong adalah mendorong 3 poin proritasnya yakni penanganan stunting, banjir dan sampah. Selain itu, Petronella menekankan tetap melanjutkan program para walikota terdahulu.
“Motivasi saya melanjutkan program Walikota-walikota sebelumnya dan membuat program baru dimana mempriortiaskan tiga hal yakni stunting, banjir dan sampah. 1 pemimpin yang memimpin 1 daerah atau 1 negara tidak mungkin menuntaskan program hanya dalam 1 hari, 1 tahun bahkan 5 tahun namun bertahap yang disebut sebagai pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.
Petronela menegaskan dirinya tidak bisa membangun daerah sendiri melainkan dibutuhkan dukungan masyarakat maupun partai politik. Kendati menjadi satu-satunya perempuan yang bertarung untuk kursi Walikota Sorong, Petronela optimis menang dan siap bertarung untuk kursi orang nomor 1 di Kota Sorong.
“Saya optimis, dan saya satu-satunya perempuan dan seorang mama dan saya mewakili keterwakilan perempuan Papua di Sorong bahkan tanah Papua karena belum ada yang maju Kepala Daerah dan saya optimis menang,” tuturnya.
Petronela mengaku sudah dihubungi 3 partai untuk menjalin koalisi, namun dirinya masih menahan diri dan mendaftarkan diri ke DPD PKS Sorong terlebih dahulu karena memiliki potensi besar.
“Saya daftar di sini dulu karena hari ini terakhir membuka pendaftaran dan potesinya besar. Kriteria wakil itu nanti, dan pasti laki-laki lah,” bebernya.
Waktu pendaftaran Petronela bertepatan dengan momentum hari Kartini, menurutnya hal ini sebagai bentuk emansipasi perempuan dan dirinya pun berhak untuk mendaftarkan diri. Hal ini juga untuk memotivasi para perempuan Papua maupun Nusantara.
“Saya kalau terpilih jadi Walikota Sorong saya akan perjuangkan hak perempuan Nusantara maupun teman-teman saya yang kemarin tertunda (anggota DPRD) dan saya merangkul semuanya. Saya menyatakan diri bahwa saya berkenan, PKS akan survey kita lihat di titik akhir rekomendasi di siapapun kita harus bersyukur,” tutupnya.(rin)















