Dr Muhlis Hafel, M.Si : UT Menuju 1 Juta Mahasiswa
SORONG– Dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya, Drs Adrian Howay, MM, kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Universitas Terbuka (UT) Sorong yang berlangsung di Pollaris Room Lt 6 Vega Hotel, Sabtu (23/9) diikuti 160 mahasiswa.
Sekretaris Panitia OSMB UT Sorong, Delisa Citra Sari, S. Kom mengatakan, jumlah peserta OSMB tahun ini melebihi target. “Jumlahnya melebihi target. Awalnya sekitar 120-an tapi yang hadir ternyata luar biasa sekitar 160 peserta, berarti Alhamdulillah UT semakin dikenal, dan mereka sangat antuasias mengikuti kegiatan OSMB ini,”ujar Citra-sapaan akrabnya-yang sehari-hari Kepala Sub Bagian Tata Usaha UT Sorong.
Yang spesial dari peserta OSMB UT Sorong ini, lanjut Citra, 18 orang diantaranya merupakan penerima beasiswa CSR (Corporate Social Responsibility) langsung dari pemerintah pusat.
Dalam kegiatan OSMB tidak ada perpeloncoan dari senior. Yang ada adalah peserta mendapatkan materi tentang informasi UT Sorong, bagaimana bagaimana pembelajarannya dan materi lainnya. “Jadi mahasiswa dibekali dengan informasi-informasi dan pembelajaran bagaimana kuliah yang baik di UT, sehingga mahasiswa bisa kuliah dengan baik, dengan tujuan utamanya tentu memiliki IPK yang baik,”ujar Citra.

Selain OSMB yang berlangsung sehari, para mahasiswa baru juga mendapatkan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) yang dilaksanakan di Kantor UT Sorong pada 26-27 September 2023.
“Ini kan secara luring ya, nanti ada OSMB juga secara during untuk mengkafer teman-teman mahasiswa di luar daerah Sorong. Untuk OSMB during kami laksanakan pada tangga l 29 September dan PKBJJ during tanggal 3 Oktober 20023,”jelasnya. Citra juga mengungkapkan, mahasiswa UT kini tak lagi jadi sasaran usia-usia lanjut yang diistilahkan dengan sebutan kolonial, tapi didominasi mahasiswa milenial dengan jumlah mahasiswa baru tahun ini mencapai 500 orang lebih.
Sementara itu Direktur UT Sorong, Dr Muhlis Hafel, M.Si dihadapan peserta OSMB mengatakan, jangan ragu kuliah di UT karena saat ini, UT ada dimana-mana bahkan sampai di sejumlah negara di luar negeri.

“UT luar negeri membawahi sekitar 50 negara. Jadi tinggal di negara mana saja bisa kuliah di UT. Sampai di Cina, Amerika, dimana-mana UT ada,”ujar Muhlis.
Dari pantauan Radar Sorong, dengan mengenakan pakaian kemeja putih dan rok/celana hitam, peserta OSMB banyak anak-anak milenial. Dan hal ini membuat Direktur UT juga bangga, karena UT memang bukan lagi perguruan tinggi kolonial, melainkan sudah berubah ke milenial.
Dikatakan, saat ini di Jakarta, sebanyak 40 ribu lebih mahasiswa UT adalah anak-anak milenial, mengalahkan mahasiswa Universitas Indonesia yang sejak dulu memang mahasiswanya merupakan mahasiswa murni lulusan dari berbagai SLTA di tanah air.
Membuktikan bahwa mahasiswa UT adalah anak-anak milenial, Dr Muhlis pun menunjukkan data, dimana secara nasional, mahasiswa UT berdasarkan usia, terbanyak (59 %) adalah berusia dibawah 25 tahun. Sedangkan yang berusia 40-44 tahun hanya 4 %.
Dalam perkembangannya,Dr Muhlis juga mengungkapkan, secara nasional, saat ini jumlah mahasiswa UT mencapai 500 ribu lebih mahasiswa. “Kita rencanakan ke depan, menuju ke 1 juta mahasiswa, karena ada perguruan tinggi jarak jauh kedua di India, mahasiswanya mencapai 4 juta lebih dan UT menuju ke 1 juta mahasiswa,”terang Direktur UT Sorong, Dr Muhlis Hafel, M.Si.
Selain itu, Dr Muhlis juga mengatakan , kuliah di YT sangat fleksibel, karena tidak ada system DO (drop out). Jika karena kesibukan sampai berapa tahun kuliah pun mahasiswa tidak akan dikeluarkan dari kampus. Meski tidak ada system DO, namun Muhlis berharap para peserta OSMB memiliki tekat yang kuat untuk menyelesaikan kuliah dengan waktu yang singkat. “Bila perlu 3,5 tahun sudah selesai kuliah,”harapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pos Sorong Deny Lumban Toruaen mengatakan, kehadiran dirinya pada pembukaan OSMB tak lain untuk memberikan support kepada UT atas kerjasama yang selama ini telah terjalin antara UT Sorong dengan Kantor Pos Sorong terkait dengan pengiriman bahan –bahan kuliah (modul) kepada mahasiswa.
“Kerja sama ini sudah dilaksanakan sejak lama, dan diharapkan kehadiran kami ini memberikan edukasi awal kepada para mahasiswa, sehingga kedepan jika ada update nomor HP dari mahasiswa agar segera diberikan konfirmasi baik itu kepada UT maupun kalau ada grup mahasiswa kami bisa didaftarkan didalamnya, sehingga kami juga bisa meng-update no HP mahasiswa maupun tempat tinggalnya,”urai Kepala Kantor Pos Sorong, Deny Lumban.
Selain itu, lanjut Deny Lumban, kepada peserta OSMB, Kantor Pos juga memberikan kemudahan dalam hal pembayaran SPP. “Saat ini kita punya layanan namanya Pospay, dimana mahasiswa bisa melakukan pembayaran SPP secara mandiri tanpa harus ke outlet pembayaran baik itu di perbankan maupun ke Kantor Pos ataupun ke UT. Cukup dengan aplikasi Pospay. (ros)













