Pemprov Monitoring Sapi Kurban, Siap Dikurbankan
SORONG- Menjelang hari raya Idul Adha 1444 Hijriah, Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat Daya membentuk tim Otoritas Veteriner Provinsi PBD melakukan monitoring hewan kurban.
Hasilnya, 42 ribu ekor sapi dipastikan bebas dari tiga jenis penyakit hewan. Demikian diungkapkan Pj. Otoritas Veteriner Provinsi Papua Barat Daya drh Firdiana Krisnaningsih, Selasa (20/6).
Pj. Otoritas Veteriner Provinsi Papua Barat Daya drh Firdiana Krisnaningsih menjelaskan tim melakukan monitoring dan surveilans berkaitan dengan penyakit mulut dan kuku, Lumpy Skin Diseases dan Testeruminan.
“Kami monitoring dan suvailence sejak 2 minggu yang lalu. Hasilnya semua ternak kita yang ada di Papua Barat Daya bisa dikatakan memenuhi persyaratan untuk menjadi hewan kurban,”jelasnya kepada awak media.
Pj. Otoritas Veteriner menambahkan dari 42 ribu ekor sapi diantaranya 12 ribu sapi jantan siap untuk dikorbankan karena dalam kondisi sehat dan sudah berusia diatas 2 tahun. Dengan jumlah yang besar, sambung Firdiana otomatis dapar mencover kebutuhan di PBD.
“Jadi di PBD tidak kekurangan stok. Malah banyak lagi, kebanyakan perternakannya di Kabupaten Sorong. Harganya juga mulai naik yakni Rp 19 jutaan perekor dari harga normal Rp 16 dan Rp 17 jutaan,”sebutnya.
Firdiana menyarankan agar masyarakat dalam jangka waktu yang tidak terlalu mepet, agar tidak kemahalan.
“Kalau sudah mulai mepet harganya justru semakin mahal dan itu adalah risiko,”pungkasnya.(rin)
















