SORONG – Manfaat BPJS Kesehatan terus menjadi berita baik bagi masyarakat Indonesia, dan kisah nyata ini semakin memperkuat keyakinan akan manfaat yang ditawarkan oleh program JKN. Manfaat menjadi peserta JKN ini dirasakan langsung oleh Martinus menurut testimoni yang dituturkan saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan di Kabupaten Tambrauw.
Martinus seorang warga yang tinggal di Kabupaten Tambrauw terdaftar sebagai peserta PBPU/Mandiri, berbagi pengalamannya ketika istrinya Martha mendapat rujukan untuk menjalani operasi kandungan di RS Herlina Kota Sorong dan terdaftar sebagai peserta JKN.
Martinus sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan dalam momen yang sulit tersebut.
Dalam wawancara yang dilakukan di Kantor BPJS Kesehatan di Kabupaten Tambrauw, Martinus menceritakan tentang bagaimana BPJS Kesehatan telah membantu keluarganya melewati masa-masa sulit. “Ketika istri saya, Martha mengalami masalah kesehatan dan membutuhkan operasi kandungan mendesak, kami tidak tahu bagaimana cara kami akan mampu membayar biaya pengobatan yang sangat mahal, saat itu posisi saya sudah tidak bekerja lagi di perusahaan. Namun, kami sangat bersyukur dengan adanya program BPJS Kesehatan yang bisa mencover semua itu,” ujar Martinus.
Martinus melanjutkan, saat itu istrinya dirujuk ke RS Herlina, yang merupakan salah satu rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. “Tidak hanya pendaftarannya cepat dan mudah, tetapi staf di rumah sakit sangat membantu dan ramah. Mereka menjelaskan dengan jelas prosedur yang harus kami jalani dan memberikan dukungan moral kepada kami sepanjang perjalanan,” ungkapnya.
Martinus juga mengapresiasi kualitas pelayanan medis yang diberikan oleh RS Herlina. “Selama istri saya dirawat dua hari, dokter dan perawat di RS Herlina melayani dengan profesional. Mereka melayani dengan penuh perhatian dan ramah, istri saya mendapatkan perawatan yang sangat baik dan kami merasa aman mengetahui bahwa dia dalam tangan yang kompeten,” terangnya.
Martinus juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan atas dukungan finansial yang diberikan. “Operasi yang istri saya jalani sangat mahal, tetapi dengan terdaftarnya istri saya sebagai peserta JKN, kami tidak membayar sedikitpun, cukup menggunakan BPJS Kesehatan yang saya bayarkan setiap bulannya, bahkan uang pembelian darah yang sempat saya keluarkan pun bisa saya klaim. Hal itu benar-benar meringankan beban kami secara finansial. Saya tidak bisa mengungkapkan betapa berterimakasihnya kami kepada BPJS Kesehatan yang telah menjamin kesehatan istri saya,” ungkap Martinus penuh terimakasih.
Sebagai pesan akhir, Martinus berbagi harapannya kepada masyarakat Indonesia lainnya. “Saya ingin mengajak semua orang untuk menyadari betapa berharganya terdaftar sebagai peserta JKN. Ini adalah jaminan kesehatan yang memang perlu seluruh masyarakat miliki, terutama dalam situasi yang tidak terduga seperti yang pernah saya alami. Pada dasarnya karena BPJS Kesehatan ini gotong royong, hari ini iuran kita untuk membantu orang lain, tapi kedepannya bisa jadi kita yang dibantu oleh iuran orang lain. Jadi, mari kita dukung program JKN ini dan manfaatkan dengan bijak untuk kesejahteraan kita sendiri, keluarga, maupun orang lain yang membutuhkan,” tutup Martinus.
Kisah Martinus dan istrinya Martha, memberikan inspirasi dan harapan bagi banyak orang. Mereka adalah contoh nyata bahwa terdaftar sebagai peserta JKN dapat memberikan perlindungan finansial yang penting dan pelayanan medis berkualitas tinggi dalam saat-saat yang sulit. Semoga kisah mereka memotivasi masyarakat lain untuk memanfaatkan program BPJS Kesehatan dengan bijaksana dan memberikan dukungan bagi sistem kesehatan yang lebih baik di Indonesia.(*/akh)














