Harap Dukungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya

SORONG-Sebanyak 13 Finalis akan mewakili Provinsi Papua Barat Daya (PBD) melaju ke tahap Grand Final Indonesia Model Awards 2023 di Jakarta pada 7-9 Juli 2023.
Kemudian, ke-13 putra/putri terbaik asal Provinsi Papua Barat Daya tersebut siap bertarung di tingkat Nasional tersebut karena telah mengantongi Golden Ticket, dalam seleksi tingkat Provinsi yang diikuti dari kabupaten/kota se-Provinsi Papua Barat Daya.
Kegiatan berlangsung di Ramayana Mall pada Sabtu (11/6) malam.Diketahui ke-13 finalis berasal dari Sanggar Echo Modelling tersebut terbagi dari beberapa kategori, yaitu kategori Anak yakni usia 3-10 tahun. Kategori Remaja usia 11-25 tahun.
Berikut adalah nama-nama perwakilan dari PBD sebagai berikut.
1.Shaloom Averien Jasmin Padui
2.Edelweis tulalessy
3.Charissa .A.B.Wakano
4.Esterlita Bauw
5.Winda Samollo
6.Noni Wondiwoy
7.sylvia Windessy
8.Vio Nelma Leuwol
9.Michelle Windessy
10.Nabila Rahimah
11,Aqila Salwa Inasyah
12. Queen Iwanggin
13.Ikhy Iskal
Dari Pantauan Radar Sorong, pada momen seleksi finalis tersebut mencuri perhatian para pengunjung Ramayana Mall Sorong. Tak heran beberapa dari mereka ada yang mengabadikan melalui handphone.
Pemilik Sanggar, Eko Priyatna mengatakan kegiatan tersebut adalah event tahunan yang dilaksanakan pada tahun ini merupakan kali ke-15 pemilihan model Indonesia Award. Yang mana apresiasi bagi model berprestasi di seluruh Indonesia termasuk Provinsi Papua Barat Daya.
“Tahun ini sudah ke 15 untuk pemilihan Model Indonesian award. Untuk penganugerahan buat model-model yang berprestasi, baik itu di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Nah, pada seleksi awal pesertanya ada sekitar 45 yang berasal dari beberapa kabupaten/kota yang ada di Papua Barat Daya,” katanya.
Untuk Provinsi Papua Barat Daya yang merupakan provinsi baru ini, Eko mengatakan bahwa ada gebrakan baru di dunia fashion yaitu sudah bekerjasama dengan desainer luar dan juga peragaan untuk internasional.
“Kami audisi tahun ini agak meluas karena memang sudah dimekarkan daerah baru. biasanya kami membawa perwakilan dari Papua Barat tetapi sekarang dari Papua Barat Daya. Jadi ruang lingkupnya lebih kecil dan pesertanya juga tidak menyebar karena jarak yang cukup jauh. Sebelumnya kami audisi di Manokwari. Nah, sekarang kita audisi bisa dilakukan terpusat di Kota Sorong,” katanya.
Sehingga tahun ini, Eko berharap di provinsi baru sekiranya ada perhatian sedikit dari pemerintah Provinsi Papua Barat Daya untuk memberikan dukungan kepada putra/putri terbaik dari Provinsi Papua Barat Daya tersebut.
“Mau tidak mau di dunia fashion itu bukan hanya ada tarian atau musik, tetapi juga fashion atau modeling. Melalui karya anak bangsa kami peragakan. Nah, mudah-mudahan ada perhatian dan dukungan dari pemerintah karena sudah menjadi provinsi baru,” ujarnya.
Sebelumnya, Eko mengungkapkan bahwa di pemerintahan provinsi yang lama tidak ada bantuan atau support sama sekali. Sementara putra/putri berprestasi tersebut membawakan nama baik provinsi dengan meraih beberapa award.
“Kedepannya mudah-mudahan ada perhatian atau dukungan pemerintah kepada Kami. Karena selalu membawa nama baik daerah. Semoga untuk yang baru ini benar-benar ada perubahan,” harapnya.Eko menambahkan bahwa nantinya di Jakarta, para finalis akan menampilkan, tarian Papua, lagu Papua, Catwalk, dan penampilan busana khas Papua.
“Mari teman-teman (finalis) kita sama-sama menciptakan prestasi di sana seperti tahun lalu,” tegasnya.Sementara itu, Edelweiss umur 9 tahun berasal dari Kabupaten Sorong Selatan mengaku sejak usia 6 tahun telah menyukai hobby modeling tersebut.
“Dari kecil 4 tahun sudah hobby dan ikut lomba modeling dari 6 tahun. Dengan modeling ini saya berharap bisa membanggakan Papua Barat Daya,” katanya.Hal senada dikatakan Esterlita Bauw yang mewakili Kota Sorong optimis akan meraih juara di ajang nasional tersebut.
“Saya sudah berapa kali ikut modeling sampai di Jakarta. Yang Pertama juara 1, kemudian juara 2, dan kemarin juara harapan. Sehingga berjenjang lagi untuk mengikuti modeling. Kalau modeling sejak umur 10 tahun dan untuk ke event modeling sudah umur 15 tahun,” katanya.
“Disana nanti saya pastinya harus persiapan, percaya diri, tampil lebih bagus dan serahkan ke Tuhan Yang Maha Kuasa,” sambungnya,” sambungnya.(zia)















