SORONG – IKLK (Ikatan Keluarga Lembur Kuring) kini secara resmi berganti nama menjadi PPKS (Paguyuban Pasundan Kota Sorong). Pergantian nama ini secara resmi dilakukan pada perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-12 IKLK, di Pendopo IKLK Jl. Suteja Km 12 masuk, Minggu (12/3).


Ketua PPKS, Wahyudiana dalam sambutannya mengatakan bahwa, IKLK sudah genap berusia 12 tahun, sudah banyak kontribusinya untuk mengangkat nama baik Kota Sorong berupa kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Kami juga turut membangun Kota Sorong, dengan motto kami yaitu silih asah, silih asih, dan silih asuh. Silih asah itu artinya kita selalu mengedepankan musyawarah, dan saling membina persatuan bila terjadi perdebatan. Silih asih artinya kita saling menyayangi terhadap sesama, kita tidak mengenal suku, kita saling menghormati. Silih asuh artinya kita memberikan yang terbaik untuk warga, kita sebagai leader atau pimpinan memberi contoh dengan kerendahan hati kita,” ujarnya.


Dikatakan bahwa, IKLK mulai hari Minggu kemarin berubah nama dengan PPKS, ini hanya melanjutkan saja dari IKLK.”Kita mau pembaharuan, maka dengan berat hati kita ganti namanya dengan PPKS. Ini berdasarkan hasil Musda yang telah kita laksanakan pada tanggal 11 Februari 2023,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Ikaswara Tupono mengatakan bahwa, ia berharap dengan perubahan nama dari IKLK menjadi PPKS itu menjadi awal yang baik bagi Paguyuban Pasundan Kota Sorong. “Semoga warga lebih akrab, lebih guyub, lebih solid dalam membawa organisasi ini kedepan. Tanpa kekompkan, tanpa persatuan paguyuban tidak bisa berbuat apa-apa, tanpa dukungan warga paguyuban tidak bisa apa-apa. Pendopo ini dibuat ibarat bim salabim, hanya 2 bulan sudah berdiri pendopo ini. Yang masih jadi PR adalah sekretariat belum ada,” terangnya.


Tupono berharap Pemerintah Kota Sorong dapat membantu pembangunan sekretariat PPKS.
Dalam acara itu juga dilakukan pembukaan selubung papan nama PPKS, pelantikan pengurus hasil revisi masa bhakti 2023 – 2025, pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun, pemberian piagam penghargaan kepada orang-orang yang berjasa terhadap IKLK, yaitu H. Uso sesepuh dan juga pendiri Lembur Kuring; Sutejo sesepuh yang sampai sekarang eksis di paguyuban; H. Kurniadi sesepuh; H. Mochammad Yunus pembina; Deden Bilal Masykur pembina; Hasan Sasmita pembina; H. Aan Suryaman pembina; Ali Dahlan pembina dan mantan Ketua IKLK periode 2011 – 2020; Yayan Sopiyandi pengurus bidang kesenian yang eksistensinya terhadap paguyuban sangat tinggi; Kardi Rasna koordinator bidang pembangunan berjasa dalam pembangunan pendopo bekerja tanpa pamrih bahkan salah satu donatur juga untuk pembangunan tersebut; Nurdin Hasyim orang KRB yang eksistensinya terhadap IKLK sangat baik.

Pada acara Harlah itu juga dihadiri Walikota Sorong yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Yuli Atmini, S.Sos, MM, Bupati Raja Ampat H. Abdul Faris Umlati, SE, Plt. Kepala Dinas PUPR Papua Barat Yohanis Momot, ST, MT, anggota DPR PB H. Syaiful Maliki Arief, S.Hut, M.Si, anggota DPR PB Abdullah Gazam, anggota DPRD Kota Sorong H. Juni Triatmoko, SE, anggota DPRD Kota Sorong Syamsudin M. Johan, anggota DPRD Kota Sorong Jonas Malibela, Ketua LMA Malamoi Sorong Silas Ongge Kalami, Ketua KKST Kota Sorong La Tumpu, Ketua Ikaswara Kabupaten Sorong Selatan Suyetno, serta para tamu undangan lainnya.
Dalam acara itu juga dimeriahkan hiburan kesenian daerah Jawa Barat yaitu angklung, jaipong, pencak silat dan diselingi keyboard.(akh)















