Nahdatul Ulama (NU) Andil Dalam Rebut Papua dari Penjajah
SORONG-Ratusan warga Nahdatul Ulama (NU) memadati tempat pelaksanaan Istighotsah dan Tabligh Akbar merayakan 1 Abad Nahdatul Ulama (NU) 1334 hingga 1444 Hijriah Kota Sorong, di Gedung Serba Guna RK/762 VYS, Kota Sorong. Minggu (19/2).
Pantauan Radar Sorong, perayaan Hari Lahir satu Abad Nahdatul Utama tersebut diisi dengan Tausiyah oleh KH. Muh. Nasrullah, Lc (Pengurus Wilayah NU Jawa Timur). Istighotsah dan Tabligh Akbar yang mengangkat tema Merawat Jagat, Membangun Peradaban tersebut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Asmat, Papua Elisa Kambu, S.Sos.
Kemudian, Anggota DPR RI, Robert Kardinal, Mantan Pangdam Kaswari, Anggota DPD RI, Sanusi Rahaningmas, DPR Papua Barat, Abdullah Gazam, Kepala Kejaksaan Negeri Sorong, Kapolresta Sorong Kota serta sejumlah pejabat Forkopimda Papua Barat dan Papua Barat daya dan ratusan Warga Nahdliyin.
Dalam tausiahnya KH. Muh. Nasrullah Lc menceritakan keterlibatan para tokoh Nahdatul Ulama (NU) dalam merebut kemerdekaan Irian Jaya dari tangan penjajah. Dimana, dengan melibatkan anggota NU bersama TNI dan memperjuangkan kemerdekaan.
“Bahkan Presiden pertama Soekarno adalah anggota NU. Begitu banyak jasa NU di Papua sehingga NU tidak bisa dilupakan Papua,”jelasnya seraya menambahkan selain Soekarno, Presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur) yang juga merupakan warga NU, yang sangat dekat dengan masyarakat Papua.
Perlu diketahui, sambung Nasrullah bahwa jumlah warga NU sebanyak 51.9 persen dari keseluruhan jumlah umat Islam di Indonesia, artinya sebagian besar Ummat Islam di Indonesia adalah warga NU.
“Semoga rombongan Kiai dan Ulama kita masuk dalam surganya Allah, serta mendapatkan syafaat Rasullulah SAW,”ujarnya.
Diakhir tausiahnya, Nasrullah berharap agar seluruh warga NU bersama-sama dengan tokoh adat, TNI/Polri dan Pemerintah menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua, khususnya di Kota Sorong.
Ketua PC NU Kota Sorong, H. Mulyono, M.Ag dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran warga NU beserta tamu undangan yang ikut merayakan Satu Abad NU di Kota Sorong.
“Ini baru sepertiga dari warga NU yang hadir di gedung ini. Inilah kekuatan kami, jika kita bersatu maka Allah SWT akan selalu melindungi. Semoga pertemuan kita adalah awal kebangkitan NU di Kota Sorong dan selalu eksis dimanapun. Dan, semoga siapapun yang akan memimpin Kota Sorong, bisa melihat kami tanpa membedakan suku, ras maupun Agama,”ungkapnya.
Pj. Gubernur Papua Barat daya melalui Plt. Bappeda Papua Barat Daya, Rahman menuturkan Nahdatul Ulama merupakan Ormas Islam tertua, bahwa Nahdlatul Ulama telah banyak memberikan kontribusi yang sangat positif kepada bangsa dan negara Indonesia.
“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyampaikan selamat memperingati Harlah satu Abad NU, diharapkan dengan diperingatinya Harlah NU ini bisa merefleksikan kita agar bisa berbuat lebih baik ke depan. NU selalu bersama-sama dengan pemerintah membangun bangsa dan negara dan memberdayakan umat,”paparnya.
Melalui kesempatan ini, tambah Rahman Pemerintah PBD menitipkan pesan kepada warga NU agar membantu Pemerintah PBD untuk mendata warga NU yang berusia 65 tahun guna diberikan jaminan hidup masa Tua.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Asmat, Papua Elisa Kambu, S.Sos menuturkan perayaan 1 Abad NU merupakan semangat yang luar biasa, dimana NU telah menunjukkan jati dirinya sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia dan terus menjadi pengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“NU juga turut berjuang menghadirkan Negara ini, dimana NU merupakan bagian yang penting dan strategis. Saya harap momentum peringatan 1 Abad NU di Kota Sorong ini akan menyantukan semua kekuatan bahwa kehadiran NU untuk semua kalangan dan merajut keberagaman sebagai etnis, suku, bangsa warna kulit kita tetapi satu dalam NKRI,”ungkapnya.
Elisa mengatakan NU harus bersama-sama warga masyarakat Papua Barat Daya guna memastikan PBD akan menjadi aman dan nyaman dan menjadikan rumah bersama.
“Terima kasih kepada Panitia Harlah 1 Abad NU Kota Sorong yang berkenan memberikan atensi melalui Undangan kepada saya sehingga saya bisa hadir. Saya harap NU harus menjaga marwah sebagai organisasi Islam terbesar, moderat dan yang mengakui dan menerima semua keberagamaan di Indonesia, khususnya Papua dan terkhususnya Papua Barat Daya, Kota Sorong,”pungkasnya.(juh)















