MANOKWARI – Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengukuhkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat, Rommy S. Tamawiwy menggantikan Ruth W. Eka Trisilowati, Kamis (2/2). Dalam pengukuhan tersebut, Perry Warjiyo berpesan agar Kepala KPwBI Papua Barat bisa menjaga inflasi di Papua Barat.
Perry mengatakan pengukuhan sebagai bentuk cerminan BI di daerah untuk dapat mengembangkan perekonomian dan menjaga tingkat inflasi. “Papua Barat memiliki potensi ekonomi yang dapat terus digali sehingga bisa menjadi salah satu penyumbang perekonomian yang signifikan di Indonesia,” ujarnya.
Ia menyebutkan banyak potensi dari sumber daya alam seperti kakao, perkebunan kelapa sawit, pengolahan gas alam serta potensi wisata. Tercatat, pertumbuhan perekonomian di Papua Barat pada triwulan III sebesar 3,70 persen. Papua Barat berhasil bangkit kembali ketika mengalami pertumbuhan yang negatif di tahun 2021. “Kebangkitan ekonomi ini harus kita jaga agar mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Papua Barat,” kata Gubernur BI.
Dikatakannya, Papua Barat tercatat sebagai provinsi dengan inflasi tahunan gabungan kota yang terendah kedua se-Sulampua. “Pencapaian inflasi gabungan kota Papua Barat yang relatif terkendali dan masih berada pada rentang target nasional tidak terlepas dari sinergi serta kolaborasi yang terjaga antar anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Papua Barat,” sebutnya.
Selain itu, Bank Indonesia juga mendorong perekonomian daerah sehingga daya beli masyarakat terus berkembang melalui upaya-upaya pengembangan UMKM lokal. “Yang saya tahu, program unggulan BI Papua Barat yakni mendorong UMKM di Papua Barat untuk dapat naik kelas,” ucapnya. Ia berharap dengan kepemimpinan Rommy S. Tamawiwy dapat terus menghasilkan program pendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta berkoordinasi dalam pengendalian inflasi. (bw)















