

Cartensz: Generasi Muda Jangan hanya Berdiam Diri
SORONG- Gebrakan baru kini dilakukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Papua Barat, dengan menyadarkan publik khususnya generasi muda bahwa tahun panjang politik di Indonesia khususnya di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya (PBD) sudah dimulai.
Gebrakan yang dibuat IMM Papua Barat bertajuk dialog kebangsaan dengan mengusung tema Partisipasi dan Menakar Kepemimpinan Pemuda menuju Pemilu 2024.
Ketua IMM Papua Barat Periode 2022-2024, Jenro Pandu Sijabat menjelaskan generasi muda tidak boleh terlelap dengan mimpinya. Generasi muda perlu tampil dan ambil bagian dalam setiap momentum perhelatan akbar yang dilakukan oleh negara.
Dengan demikian, sambung Jenro, kualitas dari hasil perhelatan akbar yang dibuat oleh negara benar – benar dapat dibanggakan sebagai karya kaum intelektual muda. Dalam momentum pelantikan ini, tambah Jenro, IMM Papua Barat membuat mimbar dialog kebangsaan dengan menghadirkan para tokoh muda yang telah berkiprah dan memiliki peran nyata.
Diantaranya, Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati, SE, Wakil Ketua DPR Papua Barat Cartenz I.P Malibela dan mantan Ketua Umum DPP IMM yang sekarang menjabat sebagai Komisaris Angkasa Pura Hotel, Najih Prasetiyo.
. “Kiprah mereka tentu saja perlu ditularkan buat kaum intelektual muda sehingga harapan kepimpinan pemuda bukan hanya retorika atau mimpi belaka. Sebab hasilnya ada dan nyata, ” jelas Jenro di Gedung BLK Sorong usai pelatikan, Sabtu (14/1).
Di tempat yang sama usai dialog kebangsaan, Wakil Ketua DPR PB, Cartens Malibela menyampaikam bahwa momentum pelantikan DPD IMM Papua Barat yang kemudian diisi dengan dialog merupakan bentuk semangat dari generasi muda.
“Adik – adik kita mahasiswa ini sudah menunjukkan mereka punya semangat untuk ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi pada Pemilu 2024 mendatang, “tuturnya.
Partisipasi kaum intelektual muda baik mahasiswa maupun pemuda yakni mengambil peran baik sebagai pemilih serta dan penyelenggara. Oleh karena itu Cartensz mendorong generasi muda tidak berdiam diri.
“Soal politik identitas, memang harus kita sadari dulu, siapa kita dan darimana kita. Namun bukan lah dengan menyadari diri sendiri membuat kita ikut melakukan segala macam cara untuk menghalalkan kepentingan yang dibawa dengan condong melakukan Black Campaign atau kampanye hitam, “papar Cartenz Malibela.
Ia berharap Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang ada di Sorong Raya dan Provinsi Papua Barat maupun Papua Barat Daya tidak menjadi bagian dari Black campaign yang dapat menciderai keutuhan bermasyarakat , namun menjadi pelopor keutuhan dan persaudaraan menuju pesta demokrasi mendatang.
“Saya berharap generasi muda tidak mengambil peran sebagai pengusung kampanye hitam dan money politik, namun mengambil peran secara intelektual dengan terlibat aktif sebagai pemilih, penyelenggara maupun peserta. Saya pikir ini juga ranahnya saya untuk menyampaikan sebab saya juga sebagai Wakil Ketua DPD KNPI Provinsi Papua Barat dan Sekretaris Carateker DPD KNPI Provinsi Papua Barat Daya, “tuturnya.
Sementara itu Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE dalam sesi dialog menyebutkan kepemimpinan sudah menjadi harfiah yang ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Namun untuk meraih posisi sebagai pemimpin di Pemerintahan dan lembaga politik tentu melalui proses.
“Proses itulah yang perlu dijalani dengan menyiapkan kapasitas, mentalitas dan kepercayaan diri. Saya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan adik – adik IMM dengan melakukan dialog kebangsaan ini,”pungkasnya.(juh)















