AIMAS – Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI Ke-77 di wilayah Papua Barat Daya (PBD) dipimpin langsung oleh Pj Gubernur PBD, Dr. Muhammad Musa’ad, M.Si, bertempat di Alun-Alun Aimas Kabupaten Sorong, Selasa (3/1).
Sesuai dengan tema perayaan HAB tahun ini, ‘Kerukunan Umat untuk Indonesia Hebat,’ dalam amanatnya Musa’ad mengatakan, Hal ini merupakan suatu kemutlakan untuk terciptanya persatuan dan kerukunan antar umat beragama.
“Oleh karenanya saya mengajak seluruh masyarakat dimotori oleh keluarga besar Kementerian Agama untuk menyatukan tekad dan memastikan kemampuan terjaganya kerukunan umat guna menjadikan wilayah ini lebih aman, nyaman dan tentram. Sesuai dengan Motto PBD yakni, Kitorang Kuat karena Torang Satu,” pesan Musa’ad.
Usai mengikuti upacara HAB serta memberikan sambutan perkenalan dirinya kepada tamu undangan, Musa’ad juga memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada beberapa Insan Kemenag.
Diantaranya, Satyalancana Karya Satya dengan dedikasi selama 30 tahun diberikan kepada Andris Sani, S.PAK (Kabupaten Sorong) dan Nur Laila Waylisa (Kota Sorong). Satyalancana Karya Satya untuk dedikasi 20 tahun, diberikan kepada Simon A, S.AG (Kabupaten Sorong) Aloyssia Yamlean (Kota Sorong) dan Martinus Antoh (Kabupaten Maybrat). Serta 4 orang ASN Kantor Kemenag menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya 10 tahun.
Kepada para penerima penghargaan Satyalancana Karya Satya, Musa’ad meminta agar dalam setiap pengabdiannya seluruh insan Kemenag dapat memberikan kontribusi terbaiknya terhadap terlaksananya pemerintahan serta pembangunan di daerah.
Seluruh penerima penghargaan tersebut juga diminta dapat memberikan contoh positif terhadap terpeliharanya Kerukunan keberagaman umat beragama yang ada di lingkungan Kemenag.
“Hadirnya PBD diharapkan menjadi lokomotif untuk percepatan pembangunan kesejahteraan masyarakat di wilayah PBD. Oleh karenanya, hal itu bisa terwujud ketika seluruh stakeholder dan masyarakatnya bersatu. Maka dari itu dalam rangka perayaan HAB, Kepada para penerima penghargaan Satyalancana Karya Satya Diharapkan bisa menjadi contoh untuk merawat Kerukunan umat beragama di lingkungannya, di masyarakat, Dan di seluruh PBD guna terwujudnya percepatan pembangunan kesejahteraan masyarakat,” tandas Musa’ad. (ayu)
















