• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Minggu, 23 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Ibu, Masihkah Surgaku Ada Bersamamu?

by admin
20 Desember 2022
in Feature
0
Ibu, Masihkah Surgaku Ada Bersamamu?
Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT

Oleh: Tutus Riyanti
(The Voice of Muslimah Papua Barat Daya)

Berita Terkait

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
72
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
170

Hari Ibu diperingati ketika seorang anak ingin berterima kasih atas perjuangan dan jasa seorang ibu yang sudah melahirkan dan membesarkannya. Di hari tersebut berbagai ucapan “Selamat Hari Ibu” dikumandangkan. Umumnya, peringatan ini dirayakan dengan memberikan suatu barang atau bunga untuk ibunda tercinta. Di Indonesia, perayaan Hari Ibu jatuh pada 22 Desember.

ADVERTISEMENT

Penggagas Hari Ibu Menyesal

Perayaan Hari Ibu tak hanya dirayakan di Indonesia saja, ada negara lain yang juga merayakannya. Misal, di Amerika yang memperingati Hari Ibu (Mother’s Day) pada 12 Mei dan pertama kali dirayakan pada 1908.

Adalah Anna Jarvis, yang merupakan anak dari seorang aktivis bernama Ann Jarvis yang membantu mendirikan Mother’s Day Work Club untuk mengajari para wanita setempat cara merawat anak-anak mereka. Hal tersebut telah dilakukan sebelum Perang Saudara di AS pada 1861-1865.

Setelah ibunya meninggal, maka Anna Jarvis meneruskan perjuangan ibunya. Anna Jarvis mengawali perayaan resmi pada Mei 1908 di kampung halamannya dengan membagi-bagikan bunga. Bahkan, dengan perjuangannya, pada 1914 presiden Wilson menandatangani sekaligus menetapkan Hari Ibu sebagai perayaan tahunan resmi.

Sayangnya, perayaan itu jauh lebih populer dari yang ia bayangkan. Para perusahaan kartu serta toko bunga mencari keuntungan pada setiap Hari Ibu. Anna pun menyesal karena tidak suka Hari Ibu hanya dijadikan ajang cari untung. Ia pun tidak tahan dengan gagasan warga yang rela menghabiskan uang untuk membeli bunga, kartu ucapan dan cokelat mahal.

Anna mengerahkan sisa hidup dan hartanya untuk mengembalikan hari yang telah disesalinya itu. Tapi tanpa hasil. Bahkan disebutkan bahwa ia ditangkap tahun 1948 gara-gara demo di depan toko bunga untuk menolak Hari Ibu dijadikan ajang komersil. Dia dianggap mengganggu keselamatan.

Dari kisah Anna Jarvis kita belajar, bahwa Hari Ibu tidak semestinya hanya dirayakan setahun sekali. Karena bentuk rasa sayang, cinta, dan penghormatan seorang anak terhadap ibunya harus dilakukan setiap hari dan setiap saat. Memuliakan seorang ibu juga tidak cukup hanya memberikan bunga atau barang yang lain, tapi harus ditunjukkan dengan sikap dan perilaku.

Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu

Dari Mu’wiyah bin Jahimah as-Salami bahwasanya pernah datang menemui Nabi SAW lalu berkata: Wahai Rasulullah, aku ingin pergi jihad, dan sungguh aku datang kepadamu untuk meminta pendapatmu. Beliau berkata: “Apakah engkau masih mempunyai ibu?” Ia menjawab: Ya, masih. Beliau bersabda: “Hendaklah engkau tetap berbakti kepadanya, karena sesungguhnya surga itu di bawah kedua kakinya.” (HR.An-Nasai).

Demikian untaian hadist yang mengungkap tentang hubungan surga dengan ibu. Ungkapan dimana bukan makna sesungguhnya, tapi kiasan yang mendalam betapa mulianya seorang ibu, sehingga surga pun diletakkan dibawah telapak kakinya.

Seorang ibu semestinya menjadi orang pertama yang akan mengantarkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik. Seorang ibu seharusnya resah bila anak-anaknya tidak taat pada Allah, gelisah bila anak-anaknya terjerumus dalam dosa, khawatir anak-anaknya keluar dari koridor syariat Islam.

Apakah di telapak kaki setiap ibu ada surga? Ternyata tidak. Banyak para ibu saat ini yang telapak kakinya berlumuran dosa, yang mengantarkannya masuk ke dalam api neraka.

Banyak para ibu yang memilih meninggalkan anak-anak dan rumah tangganya demi materi dan eksistensi belaka. Sebenarnya mereka bisa di rumah karena suami sudah mencukupi kebutuhan. Namun mereka memilih tetap bekerja dan mengabaikan anak-anaknya.

Bahkan, banyak para ibu yang bekerja dengan posisi yang seharusnya diperuntukkan bagi laki-laki, dilihat dari segi fisik. Lebih miris lagi, banyak yang bekerja tanpa menutup aurat dan berinteraksi yang tidak sepantasnya dengan laki-laki non mahram.

Namun, ada sebagian ibu yang dengan terpaksa keluar dari rumahnya karena menanggung beban nafkah keluarga. Sebenarnya mereka tidak mau bekerja, tapi terpaksa bekerja demi membantu kepala keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup. Akhirnya tidak bisa mengurus dan mendidik sendiri anak-anaknya.

Dari fakta-fakta ini lahirlah generasi-generasi yang rusak dan kehilangan jati diri. Anak-anak tidak lagi menghormati ibunya, bahkan seringkali malah menyakitinya dengan perilaku kemaksiatan. Sengaja atau tidak, peran ibu yang tercampakkan ini telah menghilangkan harumnya surga di telapak kakinya.

Inilah kehidupan negara yang menerapkan sistem kapitalisme. Dimana negara tidak menjamin kesejahteraan rakyatnya. Perempuan yang seharusnya menjalankan fungsinya sebagai ummun wa robbatul bait (ibu dan pengatur didalam rumahnya), akhirnya harus keluar dari rumahnya untuk bekerja. Bahkan menjadi tulang punggung keluarga.

Mulianya Ibu dalam Islam

Perjuangan seorang ibu sangat berat. Dari mulai mengandung, melahirkan, mengasuh, membesarkan, serta mendidik anak-anaknya adalah perjuangan yang tanpa pamrih. Penuh ketulusan dan keikhlasan yang pantas mendapatkan penghormatan dari anak-anaknya. Untuk itulah, Islam sangat memuliakan posisi seorang ibu.

Dari Mu’awiyah bin Haidah Al Qusyairi radhiallahu’ahu, beliau bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya.” (HR.Al-Bukhari).

Pantaslah Allah SWT akan murka jika seorang anak durhaka kepada kedua orang tuanya. Allah SWT berfirman, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan mulia.” (QS al-Isra:23).

Allah SWT berfirman, “Dan Kami (Allah) berwasiat kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tua. Ibunya telah mengandungnya dengan menderita kelemahan di atas kelemahan, yakni terus-menerus dan masa menyusuinya dalam dua tahun. Hendaklah engkau bersyukur kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” (QS.Luqman:14).

Butuh Peran Negara

ADVERTISEMENT

Dalam Islam, negara harus memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Rasulullah SAW bersabda, “Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya” (HR.Al-Bukhari).

Berdasarkan hadist diatas, maka negara harus memantau jika ada keluarga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Negara juga harus menyediakan lapangan pekerjaan bagi para kepala keluarga yang menganggur, dan memberikan santunan pada kepala keluarga yang tidak mampu bekerja secara fisik.

Jika para kepala keluarga ini sudah mampu menafkahi keluarganya secara layak, maka para ibu tidak akan lagi terpaksa untuk bekerja dan meninggalkan fungsinya sebagai ummun wa robbatul bait. Para ibu akan fokus mencetak generasi emas peradaban Islam.

Dalam Islam, perempuan dibolehkan bekerja, dengan syarat tetap menutup aurat secara syar’i dan menjaga interaksinya dengan laki-laki yang bukan mahram. Pekerjaanya pun tidak boleh yang menyalahi kodratnya sebagai perempuan. Karena memang Allah SWT menciptakan laki-laki dan perempuan dengan kekuatan fisik yang berbeda.

Surga dibawah telapak kaki ibu. Tapi tidak semua ibu bisa mewujudkannya. Hal ini karena diterapkannya sistem kapitalisme di negara ini. Hanya dengan diterapkan sistem Islam, yang akan membuat para ibu mampu menjalankan perannya sebagai ummun wa robbatul bait, dan menjadi surga bagi anak-anaknya.(***)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Serah Terima Jabatan Panglima TNI, Andika dan Yudo Salam Komando

Next Post

Masyarakat Kalitami Terima Kado Natal Teraliri Listrik 18 Jam

Related Posts

Berita Utama

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong
Ekonomi

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
72
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya
Feature

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
170
D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat
Feature

D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat

25 Agustus 2025
1.3k
Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?
Feature

Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?

18 Juni 2024
1.4k
Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice
Berita Utama

Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice

24 Mei 2024
1.8k
Next Post
Masyarakat Kalitami Terima Kado Natal Teraliri Listrik 18 Jam

Masyarakat Kalitami Terima Kado Natal Teraliri Listrik 18 Jam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Kapolda PBD Pimpin Sertijab, Sejumlah PJU dan Lima Kapolres Berganti

Kapolda PBD Pimpin Sertijab, Sejumlah PJU dan Lima Kapolres Berganti

22 Agustus 2026
Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card

Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card

21 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!