Kapolda: Disiplin Berlalu Lintas, Terkesan Dipaksa
SORONG-Evaluasi kinerja jajaran Satuan Lalu Lintas di wilayah hukum Polda Papua Barat, Direktorat Lalu Lintas Polda Papua Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), Selasa (6/12) bertempat di Rylich Panorama Hotel. Dalam Rakor tersebut dihadiri oleh Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Drs.Daniel T. Monang Silitonga.
Rapat koordinasi dibuka dengan pemaparan angka kecelakaan lalu lintaa Polda Papua Barat tahun 2022 yang menyentuh angka 652 kasus per November 2022.
Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Drs.Daniel T. Monang Silitonga menjelaskan ia sudah menerima laporan dan mengevaluasi hasil kinerja lalu lintas selama tahun 2022. Dimana banyak prestasi yang diraih oleh Ditlantas Polda Papua Barat, mulai dari tingkat nasional, tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota.
“Bahkan Ditlantas Polda Papua Barat meraih juara 1 tingkat Nasional untuk inovasi RTMC dan masih banyak lagi. Saya dan kami semua di Polda Papua Barat sangat bangga,”jelasnya.
Kapolda menuturkan, dirinya juga ingin memastikan apakah kinerja personil lalu lintas sudah menyentuh kepada masyarakat sehingga masyarakat memiliki kesadaran akan lalu lintas, bukan disiplin berlalu lintas karena kata disiplin terkesan dipaksakan.
“Yang saya harapkan adalah sadar berlalu lintas. Karena apabila sadar berlalu lintas, mereka mengerti bahwa bahaya dari lalu lintas kalau mereka tidak menggunakan cara-cara dengan selamat mode lalu lintas dan transportasi,”ujarnya.
Dikatakan Kapolda, kepada seluruh anggota Satlantas agar terus mengunjungi sekolah maupun kelompok dan komunitas masyarak guna menanamkan dan membangun kesadaran berlalu lintas.
Selain itu, beberapa spot khususnya dibidang IT sambung Kapolda akan ditambah di tahun 2023 nanti
“Ada beberapa spot yang akan kita tambahkan. Saya sudah bicara dengan Ditlantas dan mungkin nanti Ditlantas Mabes Polri akan mendrob beberapa peralatan yang sehubungan dengan aplikasi pendukung atau program pendukung di bidang IT. Mau tidak mau harus tetap berinovasi atau berkembang dari manual menjadi IT dan sudah terus kami galakan. Saya harapkan semua Polres bisa laksanakan IT khususnya dibidang penilangan dan Etle,”tuturnya.
Dirlantas Polda Papua Barat, Kombes Raydian Kokrosono menambahkan rapat koordinasi internal atau rapat evaluasi kegiatan Lantas Polda Papua Barat sepanjang tahun 2022, bertujuan untuk saling menukar informasi dan menyamakan persepsi cara bertindak secara teknis. Sehingga kedepannya, fungsi lalu lintas lebih optimal dalam melayani masyarakat, menegakkan hukum dan melaksanakan tugas pokok berlalu lintas.
“Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Lantas di wilayah hukum Polda Papua Barat beserta para perwira di Sorong Raya. Output yang diharapkan, secara teknis pelaksanaan tugas pokok Lantas di wilayah Hukum Polda Papua Barat semakin meningkat, dan terciptanya harapan masyarakat,”terangnya
Selain itu, sambung Dirlantas Polda Papua Barat dalam Rakor ini pihaknya juga melaksanakan supervisi, pengecekan, evaluasi serta menilai apa yang sudah dilaksanakan para Kasat Lantas yakni berbagai lomba yang meningkatkan kesadaran berlalu lintas dan menciptakan kecintaan anak terhadap polisi.
Dir Lantas membenarkan anggaran yang dimiliki Ditlantas Polda Papua barat terbilang minim pada elektronik atau pengadaan Etle sehingga disampaikan kepada para Kasat Lantas agar bisa bersinergi dengan stake holder terkait terutama pemerintah. Karena, Etle bukan barang murah tetapi mahal, sehingga membutuhkan dukungan Pemerintah.
“Sebenarnya yang minim adalah sumberdaya kami juga,”ujarnya
Selain itu, sambung Dir Lantas Polda Papua Barat angka kecelakan di jajaran Polda Papua Barat cukup meningkat, dimana hingga November 2022 mencapai 652 kasus.
“Penyebabnya karena tidak menggunakan helm, binceng 3 dan berdasarkan penilaian Etle yakni sabuk pengaman. Dan sebanyak 50 persen diakibatkan karena pengendara dipengaruhi minuman keras (mabuk). Sehingga disampaikan kepada pengendara agar tidak menggunakan kendaraan saat dalam kondisi yang tidak normal,”pungkasnya.(juh)














