MANOKWARI- Para gubernur yang pemerintahannya berstatus otonomi khusus (otsus), istimewa dan daerah khusus saat ini berkumpul di Manokwari, Provinsi Papua Barat. Mereka mengikuti Rapat Koordinasi Forum Desentralisasi Asimetris Indonesia (Fordasi) yang digelar di kantor Gubernur Papua Barat selama dua hari, Selasa-Rabu (26-27/09/2023).
Terdapat 9 provinsi di Indonesia yang berstatus Otsus, Istimewa dan Khusus, yakni 6 provinsi bestatsus Otsus di Tanah Papua, Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Provinsi Papua Barat Darat, serta Daerah Istimewa (DI) Yogjakarta, Nagroeh Aceh Darussalam dan DKI Jakarta.
Rakor Fordasi dibuka Mendagri diwakili Direktur Penataan Daerah Otsus dan DPOD Kemedagri Valentinus Sudaryanto Sumito didampingi Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw. Dihadiri Pj Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo, Pj Gubernur Papua Selatan Apolos, Pj Gubernur PBD diwakili Staf Ahli Gubernur Yakob Kareth, Pj Gubernur DKI Jakarta diwakili Karo Pemerintahan Ferry Setiawan, Gubernur DI Yogjakarta diwakili Asisten 3 Aris Eko Nugroho, Gubernur NAD diwakili Asisten Pemerintahan, Istimewaan Aceh Azwardi.
Kesembilan gubernur pada kesempatannya menyampaikan sambutan atau penyataan terkait pelaksanaan Rakor Fordasi sebagai ajang untuk penyantukan pikiran dan pandangan untuk membangun daerah masing-masing dalam khusususan dan keistimewaan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pj Papua Barat selaku tuan rumah menyatakan, Rakor Fordasi ke-9 ini berteme ‘’Bekerja Bersama Meningkatkan Daya Saing’’. ‘’Jadi dengan potensi yang kita miliki kita coba untuk mengoptimalkannya,’’ tutur mantan Kapolda Papua Barat ini tadi malam.
Provinsi di tanah Papua lanjut Waterpauw dapat menjadikan DKI Jakarta, Yogjakarta ataupun Aceh sebagai contoh dalam pemerintahanan maupun pembangunan. ‘’Provinsi di Jawa sudah lahir sejak tahun 1945, sedangkan kita di Papua baru bergabung dengan Republik ini tahun 1969. Wajar kalau kitanya bertanya dan belajar, berguru ke saudara-saudara kita. Jangan kita berkecil hati untuk terus belajar dan melengkapi kemampuan kita,’’ ujarnya lagi.
Selama dua hari, utusan 9 provinsi akan merumuskan program-program kerja sama. Rakor bukan hanya sekedar ajang silaturahmi, tetapi lebih jauh dari itu, sebagai kesempatan untuk menyatukan pikiran dan pandangan demi kemajuan bersama. ‘’Setelah pertemuan di tingkat provinsi, nantinya akan ditindaklanjuti di tingkat bupati/walikota. Mereka juga akan menjalin kerjasama. Jadi,Bapak Presiden menginginkan kita semua untuk langsung kerja,’’ imbuh Pj Gubernur.
Pj Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo maupun 7 gubernur lainnya mengapresiasi Rakor Fordasi yang digelar setiap tahun. Bagi Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah dan PBD, ini merupakan Rakor pertama dihadiri. Merupakan wadah pertemuan daerah-daerah yang bersifat khusus dan istimewa. ‘’Kami berharap lewat kegiatan ini dapat memberikan arah dan kebijakan untuk membangun provinsi kami,’’ harapnya.
Hal senada juga disampaikan Asisten Pemerintahan, Istimewaan Aceh Azwardi, Asisten 3 Aris Eko Nugroho dan Karo Pemerintahan Ferry Setiawan yang berharap Rakor itu tak hanya sekedar silaturahmi tetapi lebih dari itu dapat dihasilkan pokoko-pokok pikiran dalam membangun bangsa ke arah lebih baik.
Direktur Penataan Daerah Otsus dan DPOD Kemedagri Valentinus Sudaryanto Sumito membeberkan, konstitusi negara menghendaki pengaturan yang berbeda bagi tiap-tiap daerah dengan mengoptimalkan potensi dan sumberdaya berdasarkan kekhasan dan keanekaragaman. ‘’Bahwa mengharmati satuan-satuan pemerintahan dareah yang bersifat khusus atau istimewa,’’ bebernya.
Negara lanjut Sudaryanto, mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan hukum adat. Setidaknya ada 5 hal yang diakui negara dan memberikan kekhususan bagi pemerintahan di level bawah, yakni, kekhususan diberikan karena berstatus sebagai ibukota negara, kedua kekhususan diberikan agar daerah tersebut agar tidak timbul konflik atau ancaman disintegrasi seperti di P apua, juga kekhususan karena sejarah dan budaya seperti Yogjakarta, kekhususan karena faktor ekonomi.
Bupati Manokwari Hermus Indou menyampaikan pernyataan selamat datang kepada seluruh peserta. Dia merasa bangga karena Manokwari telah diberi kesempatan menjadi tuan rumah. Hermus pun memperkenalkan Pulau Mansinam sebagai daerah wisata religi.
Pembukaan Rakor Fordasi diseriahkan penampilan beberapa grup tari yang menampilan tarian daerah. Termasuk penampilan siswa-siswa SMP di Manokwari yang membawakan tari saman asal Aceh. Pj Gubernur Papua Barat dan tamu undangan ikut mari yospan.(lm)















