

Ketua Timsel: Nilai CAT Digabung dengan Nilai Psikologi
SORONG-Tim Seleksi Calon Anggota KPU Provinsi Papua Barat Daya menyeleksi 68 Calon Anggota KPU Provinsi Papua Barat Daya melalui tes tertulis ujian Computer Assisted Test pada Senin (6/3) di SMK Negeri 1 Kota Sorong Jalan Pendidikan Km 8.
Total peserta yang berhak mengikuti ujian CAT sebanyak 69 orang peserta sesuai dengan daftar hasil seleksi administrasi yang telah diumumkan oleh Tim Seleksi Calon Anggota KPU Provinsi Papua Barat Daya sebelumnya. Namun, satu orang berhalangan hadir karena urusan pribadi.
Dari Pantauan Radar Sorong, Tim Seleksi Calon Anggota KPU Provinsi Papua Barat Daya membagi 3 ruangan ujian, yang mana pada masing-masing ruangan ada yang berjumlah 22 peserta di 2 ruangan, dan juga 24 peserta di satu ruangan sehingga ditotalkan 68 peserta.
“Ini pelaksanaan seleksi tes tertulis dalam bentuk CAT. Dimulai pada pukul 10.00 WIT. Untuk durasi waktunya diberikan 150 menit untuk menjawab 100 soal pilihan ganda dan 5 soal essay. Ada 69 peserta yang berhak ikuti seleksi CAT tapi ada satu peserta yang tidak hadir. Jadi hanya 68 peserta yang mengikuti seleksi CAT. Sehingga kita bagi dalam 3 ruangan. Karena kalau hanya satu ruangan terlalu full,” jelas Ketua Tim Seleksi Calon Anggota KPU PBD Thomson F.E.Elias kepada awak media.
Menurutnya, untuk soal ujiannya Timsel Calon Anggota KPU Provinsi Papua Barat Daya tidak mengetahui tetapi yang pasti bicara mengenai PKPU dan juga peraturan perundang-undangan.
“Dari pihak KPU RI ada yang datang membuka segel yang berisi flashdisk yang disegel dan benar-benar rahasia. Untuk menghindari bahwa jangan ada indikasi bahwa soal ini bocor, kan bahaya,” ungkapnya.
Ia mengatakan bahwa untuk hasil CAT nanti sifatnya muncul di SIAKBA langsung di masing-masing dan mereka bisa tahu nilainya.
“Nilai CAT mereka akan diakumulasi dengan nilai tes Psikologi yang akan dilaksanakan dari rentang tanggal 6 sampai 11 Maret,” ujarnya.
“Nanti digabungkan nilainya baru kemudian kami tim seleksi yang melihat siapa yang masuk dalam 20 besar dari tes 68 peserta tersebut,” katanya.
Lanjutnya, setelah itu ada tahapan kesehatan dan wawancara. Itu juga nilainya digabungkan. Sehingga nilai kesehatan jadi pertimbangan pada saat wawancara.
Kemudian, Thomson menjelaskan bahwa Hasil CAT digabung dengan Psikologi yang akan lanjut masuk di Kesehatan dan Wawancara sebanyak 20 peserta.
Tetapi setelah tahapan kesehatan dan wawancara selesai maka 10 akan gugur dan 10 peserta akan dikirim ke KPU RI.
“Untuk 10 yang kami kirim pun, itu bukan hak kami menentukan bahwa nomor 1, 2, 3, 4, 5 yang jadi. Kemudian nomor 6 sampai 10 daftar tunggu. Tidak, tetapi KPU RI yang akan menentukan siapa yang jadi melalui fit and proper test,” tegasnya.
Thomson mengatakan bahwa Timsel sifatnya hanya secara administrasi mengirimkan nama yang menurut pihaknya layak.
“Tapi KPU RI yang akan menentukan siapa-siapa yang layak berdasarkan standarnya mereka di pusat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan seleksi tertulis CAT ini jaringannya aman. “Tidak ada kendala. Kami juga menempatkan petugas teknis di masing-masing ruangan mengantisipasi jaringan, intinya stand by misalnya nanti terkait password user,” pungkasnya.
Pantauan Koran ini, sebelum tes CAT dimulai, staf KPU menunjukkan bungkudan berisi flasdisk yang memuat soal CAT masih dalam keadaan tersegel.
Flashdisk yang tersegel itupun kemudian diserahkan kepada Dr Thomson selaku ketua Pansel.
Kepada peserta Dr Thomson menjelaskan sistem CAT kali ini berbeda dengan sistem CAT tes KPU 5 tahun lalu, dimana setelah mengerjakan soal, nilai langsung keluar dan yang nilainya tidak sampai 60 langsung gugur, tidak bisa mengikuti tahapan tes psikologi.
Namun kali ini tes CAT dengan tes psikologi djgabung sehingga peserta yang melihat tes CATnya bagus belum pasti lolos karena masih ada tes psikogi yang harus diikuti.
Hal senada juga dikatakan
Salah satu peserta, Ros mengungkapkan bahwa Tes kali ini berbeda dengan 5 tahun sebelumnya. “Karena sistemnya tidak seperti yang tes CAT 5 tahun lalu, kalau kali ini peserta masih ada kesempatan untuk di psikologi. Jadi penilaian nanti direkap dari hasil CAT dengan hasil psikologi digabungkan,” ungkapnya.
“Kalau tes CAT KPU 5 tahun lalu tuh langsung nilai keluar. Jadi siapa yang nilainya tidak sampai 60 langsung gugur, tidak lanjut lagi di tes psikologi, tapi kali semua yg tes CAT masih punya kesempatan ikut tes pskologi,”tandasnya.
Usai mengikuti tes CAT, peserta diminta tidak kemana-mana melainkan tetap menunggu informasi dari Timsel yang akan menentukan tempat dan tanggal pelaksanaan tes CAT. (zia)















