AIMAS – Guna menciptakan Kabupaten Sorong yang bersih dan sehat, pemerintah membangun sebanyak 262 unit sanitasi yang tersebar di 5 kampung. Yakni Kampung Klamono di Distrik Klamono dan 4 kampung lainnya di Distrik Makbon, yakni Kampung Batu Lubang, Kampung Batu Lubang Pante, Kampung Kuadas dan Kampung Baimgkete.
Unit Sanitasi tersebut dibangun menggunakan dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp 4,1 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan fisik sebesar Rp 3,9 miliar dan kegiatan non fisik sebesar Rp 182 juta.
Pj Bupati Sorong, Yan Piet Moso, S.Sos, MM mengatakan, kebijakan program sanitasi ini diharapkan tidak dikerjakan secara parsial melainkan harus terintegrasi. Sehingga selain mempertimbangkan atas manfaat juga harus mengedepankan prinsip standar dalam pengelolaan kegiatan fisik.
“Selain itu ketepatan waktu dan kualitas pekerjaan juga menjadi instrumen yang juga penting untuk diperhatikan,” kata Pj Bupati.
Program seperti ini, lanjut Pj Bupati, harus pro kepada rakyat. Caranya, pemerintah daerah berkewajiban untuk memiliki komitmen menghadirkan negara ditengah rakyat. Sehingga cita-cita negara bisa dinikmati manfaatnya oleh masyarakat di daerah pedalaman.
Yang penting, kata Pj Bupati, perencanaan kebijakan harus berbasis data. Dan data itu akan tersedia apabila pemerintah sudah melakukan identifikasi masalah. Hal tersebut juga untuk menentukan skala prioritas daerah yang dianggap sangat membutuhkan program tersebut.
“Identifikasi masalah dimulai dari belanja masalah, mengidentifikasi masalah, lalu merumuskan kebijakan kemudian nanti akan menjadi tabulasi data untuk pemecahan masalah tersebut. Sistem harus dilakukan secara terus struktur,” jelasnya.
Pj Bupati berharap, dengan hadirnya program tersebut seluruh kantong-kantong kumuh yang ada di Kabupaten Sorong dapat Memiliki wajah baru sebagai cerminan Kabupaten Sorong yang lebih bersih dan sehat.(ayu)














