
AIMAS – Guna mewujudkan komitmen Kabupaten Sorong (Kabsor) sebagai Rumah Kebhinekaan, Upacara peringatan HUT ke-56 Kabupaten Sorong di Alun-Alun Aimas Sorong meriah dengan balutan busana adat. Lebih dari 300 peserta upacaranya tampak gagah dan anggun menggunakan pakaian adat dari suku-suku di seluruh nusantara.
Meski di bawah langit mendung dan sempat dianugerahi guyuran rintik hujan, tak menyurutkan semangat para peserta upacara untuk mengikuti kegiatan hingga akhir.
Upacara kali ini dipimpin oleh Kepala Distrik Sunook, Samuel Maniani selaku Komandan Upacara dan Pj Gubernur Papua Barat Daya (PBD), Dr. Muhammad Musa’ad, M.Si selaku Inspektur upacara.
Dalam amanatnya, Pj Gubernur PBD, Dr. Muhammad Musa’ad, M.Si mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sorong untuk bersuka cita dalam perayaan HUT ke-56 Kabupaten Sorong hari ini. Ia juga mengapresiasi Pj Bupati Sorong, Yan Piet Moso, S.Sos, MM, M.AP yang di bawah kepemimpinannya telah mendorong Kabupaten Sorong menjadi lebih baik.
Menurut Musa’ad, di usia yang sudah tidak muda lagi, Kabupaten Sorong telah menjadi orang tua yang hebat bagi satu kota dan empat kabupaten yang telah lahir dari rahimnya. Bahkan serangkaian prestasi kabupaten ‘ibu’ ini juga sudah dicapai.
“Mulai dari kesuksesan intervensi penanganan kasus stunting, kemudian penekanan terhadap inflasi daerah sehingga daya beli masyarakatnya tetap stabil. Juga capaian dalam menekan pertumbuhan Ini adalah bagian dari prestasi yang diukir oleh Kabupaten Sorong,” sebut Musa’ad.
Diakui Musa’ad, deretan capaian tersebut juga berkat campur tangan dan kerjasama serta dukungan seluruh stakeholder. Baik TNI, Polri, pihak swasta, masyarakat, juga legislatif yang telah membantu mengawal setiap kebijakan yang ada.
Untuk menuju kesuksesan pembangunan suatu daerah, lanjut Musa’ad, sistem keamanan menjadi hal paling mendasar yang harus dimiliki. Oleh karenanya Musa’ad meminta aparat keamanan bersinergi dengan seluruh masyarakat untuk benar-benar menjadikan Kabupaten Sorong sebagai Rumah Kebhinekaan.
“Mari bersama-sama kita wujudkan Kabupaten Sorong sebagai Rumah Kebhinekaan. Dimana masyarakatnya yang majemuk dengan perbedaan latar belakang budaya, ras dan agama bisa hidup rukun berdampingan. Sehingga terwujudlah kehidupan yang harmoni antar umat beragama maupun budaya,” tandas Musa’ad.
Sementara itu, Pj Bupati Sorong, Yan Piet Moso, S.Sos, MM, MAP pada kesempatan terpisah mengaku ada kebahagiaan tersendiri yang ia rasakan. Sebab panitia HUT yang dibentuk telah bekerja sangat maksimal selama satu bulan dalam melaksanakan serangkaian kegiatan HUT Kabupaten Sorong.
Pj Bupati menyebutkan, satu dari beberapa hal yang paling ia syukuri adalah di momen upacara. Sebab tamu undangan hadir lengkap, mulai dari kelompok agama, kelompok masyarakat, kelompok pemuda dan paguyuban, bahkan mantan-mantan pejabat daerah Kabupaten Sorong pun hadir pada momen tersebut.
“Saya bangga dan bersyukur seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama ikut ambil baian dalam upacara. Bahkan yang paking membahagiakan juga ada kehadiran mantan-mantan kepala daerah yang pernah memimpin Kabupaten Sorong juga hadir,” kata Moso.
Sebagai bentuk penghargaan atas kehadiran mantan kepala daerah (Bupati dan Wakil Bupati), Pemerintah Kabupaten Sorong juga memberikan cinderamata berupa lukisan karikatur untuk kenang-kenangan. Beberapa mantan kepala daerah yang menerima cinderamata diantaranya mantan bupati Dr. JP Wanane (diterima oleh anak), mantan Bupati Dr. Stephanus Malak (Diterima oleh anak), mantan Wakil Bupati Tri Budiarto, mantan Bupati Dr. Johny Kamuru dan matan Wakil Bupati Suka Harjono (diterima oleh isteri). (ayu)















