SORONG- Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya mengatakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Scholoo Keyen di Kabupaten Sorong Selatan mengalami kelangkaan obat. Kelangkaan tersebut disebabkan, rumah sakit belum membayarkan utang obat sejak 2018.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Daya, Dr. Naomi Netty Howay menjelaskan informasi yang ia terima kelangkaan obat disebabkan karena RS belum melunasi utang kepada pihak ketiga yaitu farmasi sejak 2018.
“Makanya, pihak farmasi tidak bisa memberikan obat kalau pembayaran tidak bisa diselesaikan,”jelasnya
Menurut Naomi rumah sakit tersebut milik Pemerintah Sorong Selatan. Sehingga, Dinas Kesehatan PBD tidak mengintervensi rumah sakit tersebut, karena merupakan tanggung jawab pemerintah Kabupaten Sorong Selatan.
“Kami hanya mengkoordinir lalu menyelesaikan permasalahan ini dengan memediasi supaya dari provinsi, pusat dan kabupaten/kota bisa duduk bersama lalu mengecek dan menyelesaikan persoalan,”ungkapnya.
Dikatakan Naomi hal itu menyebabkan RSUD tersebut mengalami kelangkaan obat-obat sebanyak 87 item dan bahan habis pakai pun habis.
“Makanya, kami lakukan zoom dengan Dir RS Sorong Selatan, Kementerian Kesehatan dan instansi lainnya. Di pertemuan tersebut, kami list ada 87 item obat yang dibutuhkan rumah sakit,”ujarnya
Lebih lanjut, sambung Naomi dari 87 item dibagi 17 item disediakan oleh Pemerintah Sorong Selatan dan telah diserahkan lalu 14 item disiapkan kementerian kesehatan. Dan selanjutnya disiapkan oleh dinas Provinsi PB.
“Kami berharap bisa membantu kelangkaan obat di sana, sehingga mereka bisa melakukan perencanaan yang baik untuk pengadaan obat dan bahan habis pakai tapi tetap diback up oleh Kementerian kesehatan dan Provinsi PBD,”ujarnya
Naomi membantah terkait informasi pasien meninggal karena pelayanan yang terhambat akibat kekurangan obat.
“Meninggal karena memang sakit, bukan karena penanganan obat yang terlambat itu tidak. Tapi, sejauh ini pelayanan sudah berjalan dengan baik,”pungkasnya. (rin)















