SORONG-Dalam rangka mempercepat penurunan angkat stunting di Kota Sorong, Pemerintah Kota Sorong melalui Tim PKK Kota Sorong berencana akan menghadirkan Rumah Pemulihan Gizi Kedua di Kelurahan Tanjung Kasuari.
Pj Ketua Tim PKK Kota Sorong, Jaquline M. Yarangga mengatakan bahwa pada pertemuan yang dilakukan di Ruang Anggrek Kantor Wali Kota Sorong bersama pihak terkait, untuk membahas tentang stunting.
“Terimakasih, ini merupakan satu bentuk kepedulian, yang artinya, kita semua peduli tentang stunting ini,” katanya.
Menurutnya, Rumah Pemulihan Gizi yang berada di Kampung Baru saat ini masih tetap berjalan, ketika berjalan kurang lebih lima bulan, begitu banyaknya perkembangan yang terjadi pada anak-anak l yang ada di Rumah Pemulihan Gizi.
“Kalau bisa, bapak dan ibu sempatkan mampir ke rumah Pemulihan Gizi untuk melihat secara langsung anak-anak tersebut kondisinya seperti apa. Disaat bapak dan ibu menyumbang, maka bapak dan ibu bisa mengerti dan merasa puas dan yakin bahwa anak-anak di Rumah Pemulihan Gizi ada perkembangan, menjadi pulih, dan menjadi lebih sehat,” ungkapnya.
Dikatakan bahwa dalam penanganan anak-anak stunting, sangat dibutuhkan banyak hal untuk Rumah Pemulihan Gizi, bukan hanya membutuhkan Dokter Ahli di Rumah Pemulihan Gizi, tetapi juga membutuhkan keperluan sehari-hari seperti pampers, makanan, minuman, susu, dan kebutuhan lainnya, bukan hanya untuk anak-anak yang mengalami stunting, melainkan juga untuk orang tuanya.Seperti yang terdata, katanya saat ini belum semua SKPD menyumbang, baru beberapa, tapi Tim PKK Kota Sorong yakin pada tahap kedua ini semua pihak dapat menyumbang agar Penurunan Stunting di Kota Sorong dapat ditangani dengan baik.
“Akan dibuka Rumah Pemulihan Gizi Kedua, tepatnya di Kelurahan Tanjung Kasuari, namun, sebelum dibuka Rumah Pemulihan Kedua ini, tentunya harus ada kesepakatan bersama, agar ini menjadi perhatian kita bersama-sama. Sehingga bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan dan Tim PKK Kota Sorong, melainkan menjadi tanggung jawab bersama, tanggung jawab seluruh pihak,” pungkasnya.
Sementara itu, Asisten II Setda Kota Sorong, Thamrin Tajuddin, ST.MM mewakili Pj Wali Kota Sorong, dalam Kegiatan Mini Lokakarya Kecamatan tersebut dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023. Kegiatan diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan KB.
“Rapat dilaksanakan guna mendiskusikan Penanganan Stunting di Kota Sorong. Kehadiran kita ini adalah bentuk komitmen kita untuk sungguh-sungguh menangani stunting ini,” katanya.
Lanjutnya, bahwa Dinas Pemberdayaan Masyarakat harus melakukan koordinasi dan komunikasi yang baik, untuk mendapat nilai atau kinerja baik dalam Penanganan Penurunan Stunting.
“Stunting ini merupakan imbas dari kemiskinan ekstrim yang mana menghasilkan anak-anak dengan kekurangan gizi. Stunting tidak bisa ditangani oleh satu orang atau satu Dinas, melainkan oleh semua pihak, maka dari itu, seluruh pihak harus ikut berperan dan terlibat dalam penanganan penurunan stunting,” pungkasnya.(zia)













