Daud Asmuruf : Kami Minta Ganti Pengurus Koperasi TKBM Klayum yang Baru
SORONG – Buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional Indonesia Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Klayum Pelabuhan Sorong mendatangi Kantor Wali Kota Sorong, Rabu (22/6) sekitar pukul 09.45 WIT. Kedatangan mereka guna melakukan demonstrasi di hadapan Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM menuntut pergantian pengurus Koperasi TKBM Klayum.
Pantauan Radar Sorong, massa buruh yang datang menggunakan 2 truk dan 2 unit mobil pick up, berkumpul memenuhi lapangan apel Kantor Wali Kota Sorong dibawah pengawasan puluhan personel Polresta Sorong yang berjaga-jaga di depan pintu masuk Kantor Wali Kota Sorong. Orasi dilakukan dengan pengeras suara, sembari memegang spanduk dan pamflet dengan bertulisan Tuntutan TKBM Pelabuhan Sorong yang diperkerjakan oleh Koperasi TKBM Klayum Pelabuhan Sorong.
Tidak selang berapa lama menyampaikan orasi dengan menyatakan harus Wali Kota yang menemui mereka secara langsung tanpa diwakili, akhirnya Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM yang baru tiba dari luar daerah, langsung menemui pendemo dengan disambut tepukan tangan gemuruh. Wali Kota pun mengarahkan 3 perwakilan untuk berbicara kepada dirinya menyampaikan maksud tujuan para buruh.
Ketua Serikat Pekerja Nasional Indonesia Unit TKBM Pelabuhan Sorong, Daud Asmuruf, mewakili para buruh TKBM Pelabuhan Sorong menyampaikan beberapa tuntutan mereka kepada Wali Kota di hadapan para buruh lainnya. Tuntutan pertama, meminta untuk menggantikan Pengurus Koperasi TKBM Klayum yang baru karena yang lama bukan hasil pilihan mereka atau tidak ada proses pemilihan. Kedua, upah buruh yang tidak sesuai dengan aturan Ketenagakerjaan. Ketiga, pekerja TKBM tidak didaftarkan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Keempat, kepada Pengurus Koperasi agar segera selesaikan hak-hak dari anggota TKBM yang lanjut usia, yang meninggal dunia dan meninggal akibat hubungan kerja.
”Kami datang menemui Bapak Wali Kota agar para pembina harus mengganti pengurus Koperasi TKBM Klayum, harus ketua yang baru. Anggota yang memiliki kekuasaan tertinggi, bukan pembina, bukan pengurus. Bapak Wali, kami membutuhkan perubahan karena dari waktu ke waktu saya bekerja dengan air mata, orang-orang tua saya kerja di pelabuhan meninggal karena kecelakaan kerja, karena tidak bayar upah sesuai ketenagakerjaan, ada orang kerja meninggal karena hubungan pekerjaan. Jadi hari ini Bapak Wali, kami minta bapak bantu kami sampaikan ke pembina untuk menggantikan pengurus yang baru,” kata Daud Asmuruf.
Menanggapi tuntutan tersebut, Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM langsung memerintahkan Asisten ll Setda Kota Sorong, Kepala Dinas Koperasi, serta Kepala Dinas Ketenagakerjaan untuk menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan tuntutan atau aspirasi dari para buruh tersebut. ”Asisten ll, Kepala Dinas Koperasi dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan, pandu dan pandu mereka (para buruh). Mereka harus rapat, paling lambat lusa itu pemimpin atau pengurus koperasi yang baru sudah harus terbentuk. Semua anggota-pengurus harus kuat agar menghadirkan pemimpin yang baru, suasana yang baru dan solid,” tegas Lambert Jitmau.
”Aspirasi telah disampaikan. Mengelola organisasi koperasi itu ada aturan. Kekuasaan tertinggi ada di anggota koperasi. Hari ini pulang, majukan 3 orang dan pilih siapa yang menjadi ketua. Paling lama lusa, kalau tidak maka besok,” sambung Lambert Jitmau disambut tepuk tangan dari para buruh yang nampak bahagia dengan senyuman yang terpancar dari masing-masing buruh.
Usai mendengarkan tanggapan dari Wali Kota Sorong sekitar pukul 10.07 WIT, massa buruh membubarkan diri kembali dengan tertib ke sekretariat untuk melaksanakan arahan dari Wali Kota untuk mengajukan 3 nama untuk nantinya dipilih menjadi ketua koperasi dan pengurus yang baru. (zia)
















