Edi, berharap dengan pengawasan yang tepat, ini bisa membantu perputaran ekonomi masyarakat yang ada di Seremuk dan Aitinyo. Sehingga ia berharap selain Pemerintah daerah, aparat penegak hukum juga harus ikut mengawasi pendistribusian BBM di SPBU BBM Satu Harga.
“Itu salah satu harapan. Kemudian aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian, saya berharap pak Kapolres dan jajaran betul-betul ikut mengawasi. Karena tadi kita lihat bahwa kuotanya yang diberikan terbatas karena mengikuti kebutuhan masyarakat di sini. Jangan sampai ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dengan cara-cara yang illegal,” tegasnya.
Edi juga mengapresiasi pemilik dan pengelola SPBU BBM Satu Harga yang melakukan antisipasi penimbunan atau mencegah ada oknum yang bermain, dengan menyediakan kupon untuk mengontrol pembeli BBM.
“Saya apresiasi yang dilakukan pihak SPBU untuk mengatur bagaimana pembelian itu menggunakan kupon sebagai bentuk kontrol terhadap siapa yang membeli dan Kalau warga di sekitar sini sebenarnya kan beliau kenal karena beliau orang sini,” kata Edi.
“Jadi mereka sudah saling kenal, kalaupun ada saudara-saudara kita dari tempat lain yang misalnya truk atau apa yang beroperasi di situ juga sudah tahu. Artinya beliau sudah paham. Dari sisi pengawasan di sini mungkin akan lebih mudah terkontrol dengan adanya kupon atau pendataan,” pungkas pria murah senyum tersebut.(**)












