AIMAS – Pj Bupati Sorong, Yan Piet Moso, S.Sos, MM, M.AP meminta panitia seleksi (Pansel) pemilihan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) bekerja ekstra dan maksimal menyelesaikan tugasnya dalam kurun waktu dua bulan ini.
“Bulan Juli nanti MRP-PBD sudah harus terbentuk. Artinya sekarang panitia hanya punya waktu 2 sampai 3 bulan saja untuk penjaringan bakal calon anggota MRP. Sehingga panitia harus berlari cepat, mengejar sisa waktu yang ada,” ujar Moso saat membuka kegiatan sosialisasi petunjuk teknis rekrutmen anggota MRP-PBD periode tahun 2023-2018 Kabupaten Sorong, Selasa (4/4).
Kendati harus sambil berlari dalam waktu singkat, lanjut Moso, tak boleh ada satu pun prosedur yang terlewat atau sengaja diabaikan. Seluruh pelaksanaan tahapannya jarus tetap mengindahkan aturan yang telah ditentukan.
Moso menyebutkan, MRP sebagai Lembaga Kultur yang hadir di 6 provinsi di Tanah Papua harus merepresentasikan seluruh kepentingan Orang Asli Papua (OAP) melalui institusi tersebut. Sehingga orang-orang yang ada di dalamnya pun haruslah orang terbaik dan terpilih dalam ramgka mewujudkan kemaslahatan masyarakat OAP.
“Orang yang duduk disana harus punya integritas dan sense (rasa) kepedulian. Mampu berfikir tentang bagaimana dia harus dipercayakan mengemban amanah itu. Setelah dipercaya menjadi anggota MRP, dia pun harus sadar, tugas apa yang harus dilakukan dan untuk siapa dia harus melaksanakan tanggung jawab tersebut,” terang Moso.
Oleh sebab itu, imbuhnya, tahapan pemilihan anggota MRP harus dimulai dengan rapat kerja (Raker) dan bimbingan teknis (Bimtek) setelah pelantikan tim seleksi. Kemudian Tim juga harus menyusun roadmap setiap tahapan di tingkat provinsi hingga ke kabupaten/kota sebagai juknis untuk pegangan agar tidak salah arah dalam melaksanakan tugasnya.
“Karena kita semua juga awam, apalagi ini adalah hal baru di Provinsi PBD. Sehingga kita harus memahami betul apa yang menjadi tugas dalam perjalanan tahapan ini. Namun saya berharap agar proses ini dapat berjalan sebagaimana mestinya, sebab banyak anggota tim seleksi ini merupakan orang birokrasi yang berpengalaman dan kompeten urusan sosial kemasyarakatan,” jelas Moso.(ayu)
















