
SORONG-Mengusung tema Mantapkan Konsolidasi dan Kolaborasi Lahirkan Atlet Berprestasi Gemilang guna menyiapkan atlet yang akan mewakili Papua Barat Daya pada PON XXI 2024 mendatang di Aceh, Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat Daya (PBD) melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Hotel Vega Sorong, Lt.6 Kamis (11/5).

Ketua KONI PBD, Dr.Drs.Muhammad Musa’ad,M.Si mengatakan bahwa KONI sebagai salah satu entitas olahraga, mengambang tanggung jawab. KONI Provinsi Papua Barat Daya melakukan rapat kerja daerah.
“KONI PBD harus mempersiapkan Sumber Daya Manusia Olahraganya, dengan memetakan mana yang berpotensi. Supaya dari awal sudah fokus,” ujarnya.
“Kita harus petakan dulu, untuk menetapkan jumlah Atlet, mempersiapkan kelembagaannya, menyiapkan sarana prasarana, kita harus menyiapkan kebijakan keolahragaan, targetnya apa? harus jelas, kemudian strategi untuk menjadi unggul serta program apa yang mengasah para atlet Provinsi Papua Barat Daya. Kemudian bicara sumber pendanaan, sehingga nanti terukur apa yang kita lakukan,” katanya.
Menurutnya, jika mau membesarkan KONI yang sebagai penanggung jawab untuk melahirkan atlet berprestasi maka harus berkolaborasi dengan semua pihak.
“Tidak bisa jalan sendiri. Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak teman-teman semua pengurus KONI untuk membuka spektrum wawasan kita agar melihat sesuatu dengan cara visioner semakin jauh kedepannya,” ujarnya.
Musa’ad mengatakan bahwa pada Jaman dulu dalam ketidakmampuan kita, kita bisa melahirkan para atlet hebat. Berangkat menggunakan kapal dan berprestasi. Tapi sekarang ini sudah bisa terbang menggunakan pesawat, masa tidak bisa berprestasi.
“Pada saat jaman kita masih dalam keterbatasan, kita bisa meraih prestasi gemilang. Tapi sekarang jaman sudah semakin luar biasa ini, malah kita menurun semangatnya,” ujarnya.
Dikatakan bahwa Untuk penggunaan sarana prasarana (sarpras) maka KONI PBD akan menginventarisir yang ada di Papua Barat Daya ini, ada di mana saja yang dapat dimanfaatkan atau dibangun baru.
“Kalau memang ada yang belum berstandar, ya perlu kita rehab untuk membuat jadi standar nasional. Kemudian di kampus-kampus yang ada fasilitasnya atau mungkin fasilitasnya itu belum berstandar, ya kita gunakan itu. Tidak usah kita semua mau bikin baru, karena itu juga butuh sumber dana yang besar,” ujarnya.
“Kita juga sudah di warning oleh KONI Pusat, kita prioritaskan yang perorangan. Jadi bukan yang beregu, kecuali yang belum pra-PON,” pungkasnya.(zia)













