

SORONG- Ketua Panitia Pemilihan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat Daya, Dr Ir Hanike Monim, M.Sc menegaskan, para calon tetap anggota MRP Provinsi Papua Barat Daya yang akan bertarung dalam pemilihan anggota MRP hendaknya memiliki mental juara, siap menerima apapun hasilnya.
Dengan jumlah kursi yang terbatas, pemilihan anggota MRP yang akan berlangsung dalam beberapa tahap seleksi cukup ketat. Seperti dari perwakilan gereja, dimana 65 peserta akan memperebutkan 7 kursi. Demikian pula dengan perwakilan lainnya, dari perwakilan adat, dan perwakilan perempuan, juga akan mengikuti proses seleksi yang ketat.
“Dalam kompetisi pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Dari dedominasi gereja ada 65 peserta, sementara yang dibutuhkan hanya 7 kursi , berarti kan ada kemungkinan-kemungkinan ya, kemungkinan menang ada, kemungkinan kalah ada. Jadi mereka (calon anggota MRP) harus berbesar hati, dan menyiapkan mental juara. Harus mental juara !, seandainya tidak juara, harus berbesar hati,”ujar Hanike Monim kepada Radar Sorong di sela acara penyerahan daftar calon tetap dan pendaftaran calon tetap anggota MRP Provinsi Papua Barat Daya periode 2023-2028 di Hotel Aston Kota Sorong, Kamis (11/5).
Dikatakan Hanike Monim, dalam tahapan seleksi, yang pertama akan diteliti oleh Panlih (panitia pemilihan) adalah kelengkapan berkas administrasi persyaratan. Ketika persyaratan administrasi layak atau memenuhi syarat, proses seleksi dilanjutkan pada tahap selanjutnya.
Dalam hal ini, terutama ada kaitannya dengan standar sebagai warga negara ketika mengikuti seleksi. Dikatakan Hanike Monim, nantinya anggota MRP ini sebagai pejabat negara dari lembaga representatif kultural orang Papua. Jadi mereka perlu diseleksi berdasarkan berkas-berkas mereka sesuai persyaratan yang dibutuhkan sebagai seorang pejabat negara.
“Ada 17 persyaratan yang harus dipenuhi, persyaratan itu tidak boleh satupun dilewatkan. Kemudian dari administrasi dilanjutkan dengan proses berikutnya yakni tes narkoba, psikotes, dan terakhir presentase makalah dan wawancara. Kita akan mengkombinasikan semua,”terang Hanike Monim.
Jika dalam seleksi anggota MRP lalu, peserta yang gugur di salah satu tahap tidak bisa ikut lagi di tahap selanjutnya, kali ini berbeda, menurut Hanike Monim, karena ranges waktu tahapan seleksi mepet yakni hanya berselang 1 hari sehingga semua calon tetap diakomodir sampai tahap tarakhir dan kemudian diputuskan.
Menyinggung tentang adanya anggapan dalam proses seleksi bahwa pada tahap wawancara, penilaian biasanya subyektif, Hanike Monim mengatakan subyektifitas itu bisa terjadi jika yang menilai hanya 1 orang, sedangkan di seleksi anggota MRP yang jadi panitia pemilihan ada 5 orang. Ketika 5 orang itu melakukan penilaian, maka dianggap sudah obyektif karena sudah mewakili.
“Dan saya tidak meragukan teman-teman panitia sebagai orang yang punya kapasitas dalam seleksi ini, sehingga ketika wawancara nanti mereka punya pandangan-pandangan yang bisa dipakai untuk kita melakukan proses seleks ini,”ujar Hanike Monim.
“Jadi nanti ada presentase makalah, kan kita bisa menilai secara langsung, kemampuan analisis mereka, daya kritisi mereka, nanti waktu presentase kita juga tahu kemampuan bicaranya, kemampuan literasinya ya. Kan kita bisa menilai. Sedangkan psikotes itu selain intelektual juga kepribadian akan dinilai. Jadi itu kombinasi,”imbuhnya.
Tes wawancara merupakan tahapan terakhir yang akan dilewati para peserta. “Dengan wawancara akan kita pastikan bahwa apa yang telah dilalui dalam proses sebelumnya itu bisa kita penuhi,”imbuh Hanike Monim, akademisi dari Unipa Papua, Manokwari.
Ia pun berharap yang terpilih sebagai anggota MRP Provinsi Papua Barat Daya periode 2023-2028 nantinya dapat melaksanakan perannya dengan penuh tanggung jawab. Dikatakan, anggota MRP bukan hanya sekedar duduk mewakili unsur agama, adat dan perempuan, karena itu perlu dilakukan seleksi sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan.
“Anggota MRP itu harus punya kemampuan mengkritisi, menganalisis, menyampaikan pendapat dan aspirasi. Itu dia harus punya kemampuan itu, bukan hanya duduk dan dengar, supaya hak-hak dasar orang asli Papua (OAP) itu bisa diperjuangkan,”pungkas Dr Hanike Monim, M.Sc.
Sementara itu pantauan Radar Sorong pada acara penyerahan daftar calon tetap dan pendaftaran calon tetap anggota MRP Provinsi Papua Barat Daya, 3 dedominasi gereja menyerahkan berkas calon anggota MRP yang diterima oleh Ketua Panitia Hanike Monim, serta turut disaksikan anggota Panitia lainnya, Ny Miryam Isir, Anhar Akib , Panwas dan para calon serta perwakilan gereja .
Sementara itu calon tetap anggota MRP perwakilan adat dari Kota Sorong , dengan mengenakan pakaian adat Papua menyerahkan berkas kepada Ketua Panitia. Calon tetap anggota MRP itu yakni Sulaiaman S. Mobalen, Simon Osok, Daud Mobilala, Efraim Malibela, Richard Malaseme. Sedangkan dari utusan perempuan yakni Selfiana Kalami, Kartina B. Malibela, dan Wahelmina Tabita Osok.
Penyerahan daftar calon tetap dan pendaftaran calon tetap anggota MRP Papua Barat Daya berlangsung 11-13 Mei 2023, selanjutnya diikuti dengan tahapan seleksi 15- 22 Mei 2023. (ros)













