• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Jumat, 2 Oktober 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Seorang Muslim Tidak Merayakan Valentine’s Day

by admin
13 Februari 2023
in Feature
0
Mengutuk Aksi Pembakaran Al-Qur’an oleh Politikus Swedia
Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Oleh: Tutus Riyanti
(The Voice of Muslimah Papua Barat Daya)

Memasuki bulan Februari identik dengan suatu perayaan yang bernuansa cinta dan merah jambu. Suasana bertabur pink dan simbol love berbentuk daun waru atau Dewa Cupid lagi belajar memanah terpampang di setiap sudut plaza, mall, supermarket, hotel, pusat perbelanjaan, hingga acara televisi heboh dengan pernak-pernik untuk menyambut perayaan Valentine’s Day.

Berita Terkait

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
76
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
174


Diskon besar-besaran juga ikut memeriahkan. Bunga dan coklat laku keras. Seolah bulan Februari terasa hambar tanpa keduanya. Itulah kebiasaan yang terjadi menjelang 14 Februari. Momen yang ditunggu-tunggu oleh kawula muda. Mereka menyebutnya sebagai “Hari Kasih Sayang”.

Sejarah Valentine’s Day

Valentine’s Day seakan-akan menjadi perayaan universal bagi seluruh umat manusia, tidak peduli latar belakang agamanya. Apakah ia beragama Islam, Nasrani, Hindu, Budha, dll. Valentine’s Day ibarat hari maksiat sedunia.


The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan ada banyak versi sejarah mengenai Valentine’s Day. Beberapa sumber sejarah menyebutkan perayaan Valentine’s Day berasal dari perayaan Lupercalia yang merupakan rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari).


Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love), Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk bersenang-senang dan obyek hiburan (termasuk berhubungan seks). Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.


Di Inggris, 14 Februari dicanangkan sebagai The National Impotence Day (hari impoten nasional). Di AS, 14 Februari ditetapkan sebagai The National Condom Week (pekan kondom nasional). Seattle – Cherie Byrd, seorang psikoterapis mengatakan sebuah ciuman merupakan hadiah terbaik di hari kasih sayang daripada bunga atau coklat. Direktur kesehatan British Heart Foundation, Prof Charles George, ia berharap agar masyarakat Inggris, tua dan muda, mengisi Valentine’ Day dengan aktivitas seksual. Dan di Indonesia tidak kalah mengerikan. Para remaja banyak yang terbiasa melakukan hubungan intim saat Valentine’s Day.


Dari sejarahnya, maka merayakan Valentine’s Day ibarat kembali pada masa masyarakat menyembah berhala, yakni merayakan sebuah ritual seks atau perkawinan. Jadi, tujuan Valentine’s Day memang tidak murni memperingati kasih sayang, tapi memperingati love atau cinta dalam arti seks. Atau dengan bahasa lain, Valentine’s Day adalah Hari Seks Bebas.

Bahaya Valentine’s Day

  1. Menjadi objek bagi para kapitalis untuk meraup keuntungan.
    Para kapitalis sadar bahwa para pemuda akan menjadi konsumtif pada saat Valentine’s Day, dengan membeli semua pernak-pernik yang mereka tawarkan. Sehingga tidak akan segan merogoh kocek ratusan hingga jutaan rupiah demi membeli mawar, boneka atau sekotak coklat. Film-film bertema cinta juga akan diproduksi, kemudian ditayangkan pas di bulan Februari.
    Para kapitalis tidak peduli pada rusaknya moral dan aqidah pemuda. Mereka hanya peduli pada keuntungan. 14 Februari yang dikatakan sebagai hari kasih sayang adalah omong kosong. Hari itu hanya digunakan para kapitalis untuk membodohi dan mengambil keuntungan.
  2. Ajang pelegalan seks bebas.
    Valentine’s Day yang katanya hari kasih sayang itu, sebenarnya adalah hari pelegalan seks bebas. Ajang pengungkapan cinta tanpa batas yang melabrak batasan agama. Perayaan Valentine’s Day bukan hanya sekedar tukar kado atau candle light dinner, tapi sudah menjadi ajang pemenuhan nafsu yang memprihatikan dan mengerikan.

Sesungguhnya tidak ada yang salah dengan cinta ataupun sayang karna Allah menciptakan manusia sepaket dengan naluri berkasih sayang. Tapi tentu saja ada aturan dalam menyalurkan kasih sayang tersebut. Dan Valentine’s Day sangat jelas tidak termasuk aturan yang diperbolehkan dalam Islam untuk mengungkapkan kasih sayang.

Mengapa Muslim Tidak Boleh Merayakan?

Menurut sejarahnya saja, Valentine’s Day sudah salah dimaknai. Mulai dari cara merayakannya dengan berzina, atau hanya memberikan hadiah berupa coklat, bunga dan boneka pada kekasih. Pacaran adalah bentuk implementasi ‘mendekati zina’ seperti firman Allah SWT, “Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS.Al-Isra’:32).


Sangat jelas bahwa Valentine’s Day bukan berasal dari Islam. Ia adalah budaya Barat yang menyesatkan, ibarat racun yang berbalut madu. Maka sudah seharusnya seorang muslim menolak budaya yang bukan berasal dari Islam. Karena Islam melarang untuk mengikuti kebiasaan orang kafir. Seperti Sabda Nabi SAW, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk salah seorang dari mereka.” (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan Thabrani).


Kaum muslim juga tidak boleh ikut merayakan Valentine’s Day karena akan mengundang azab dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Jika zina dan riba telah merebak di suatu negeri, maka sesungguhnya mereka sedang mengundang azab Allah.” (HR.Hakim no.2261).


Dalam Islam, kasih sayang tidak mengenal waktu dan tempat. Tidak harus menunggu tanggal 14 Februari. Dalam setiap situasi dan kondisi bisa berkasih sayang. Kasih sayang terhadap orang tua, saudara, adik, kakak dan sebagainya. Terlebih cinta dan sayang kepada Allah dan Rasulullah.

ADVERTISEMENT


Sebagai muslim, sudah selayaknya tidak ikut-ikutan dalam perayaan maksiat. Tidak perlu juga memberi ucapan selamat. Karena Valentine’s Day adalah bagian dari penjajahan budaya barat untuk menghancurkan generasi muslim, sekaligus merusak mental dan aqidah umat Islam.


Perayaan Valentine’s Day akan terus dilegalkan di dalam sistem kapitalisme demokrasi, karena hal itu dianggap sebagai hak asasi manusia. Untuk itu, sudah seharusnya meninggalkan sistem yang rusak ini dan menggantinya dengan sistem yang lebih baik, yaitu sistem yang menerapkan aturan Islam secara kaffah (menyeluruh).(***)

ADVERTISEMENT
Previous Post

3 Bulan Tidak Terima Gaji, Petugas Kebersihan Demo Pemkot

Next Post

Program Ekonomi Biru, KKP Siapkan Langkah Pengendalian-Pengawasan Mutu

Related Posts

Berita Utama

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong
Ekonomi

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
76
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya
Feature

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
174
D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat
Feature

D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat

25 Agustus 2025
1.3k
Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?
Feature

Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?

18 Juni 2024
1.4k
Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice
Berita Utama

Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice

24 Mei 2024
1.8k
Next Post

Program Ekonomi Biru, KKP Siapkan Langkah Pengendalian-Pengawasan Mutu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Anak Sorong jadi Wakil Menteri Keuangan

Anak Sorong jadi Wakil Menteri Keuangan

2 Oktober 2026
TB Anak di Papua Barat Daya Jadi Perhatian, Pemprov PBD dan UNICEF Perkuat Penanganan Eliminasi

TB Anak di Papua Barat Daya Jadi Perhatian, Pemprov PBD dan UNICEF Perkuat Penanganan Eliminasi

1 Oktober 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!