• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Sabtu, 29 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Sempat “Terjun Bebas”, Harga Tomat Kembali Stabil

by admin
19 Oktober 2021
in Ekonomi
0
Sempat “Terjun Bebas”, Harga Tomat Kembali Stabil

Komoditi bumbu dapur di lapak milik Sunarti. (AYU/ RADAR SORONG)

Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

SORONG – Harga tomat di pasaran yang sempat terjun bebas di angka Rp 7.000 per kg, kini sudah kembali stabil. Saat ini harga per kilogram tomat berkisar antara Rp 13.000 sampai Rp 15.000.
Demikian halnya dengan tomat, harga cabe rawit lokal yang sebelumnya meroket juga sudah berangsur normal, berkisar antara Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per kilogram.
Pedagang bernama Sunarti mengungkapkan, perubahan harga komoditi bumbu dapur di Pasar Sentral Remu bergerak sangat cepat. Kondisi alam dan ketersediaan stok dianggap sebagai pemicu lajunya fluktuasi harga komoditi tersebut.

“Harganya cepat berubah, hampir tiap hari. Kalau pas musim hujan kemarin memang banyak petani gagal panen makanya harga cabe rawit naik sampai Rp 90.000 per kilo. Sekarang sudah mulai panas jadi harga mulai turun lagi. Kalau harga tomat justru jatuh, karena saat petani musim panen, ternyata impor dari luar juga pas masuk. Makanya stok banyak, harga jualnya malah hancur,” ungkap Sunarti.
Namun harga cabe rawit saat ini masih terbilang mahal. Normalnya, harga cabe rawit lokal berkisar antara Rp 30.000 sampai Rp 40.000 saja. Kendati demikian, lanjut Sunarti, kenaikan harga cabe rawit kali ini tidak begitu parah sebab belum menembus angka Rp 100.000 per kilogram.

Berita Terkait

Ukir Sejarah Kemandirian Pangan Papua, Kilang Kasim Dampingi Petani Klayas Sukseskan Panen Raya

Ukir Sejarah Kemandirian Pangan Papua, Kilang Kasim Dampingi Petani Klayas Sukseskan Panen Raya

28 Agustus 2026
37
BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik

BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik

26 Agustus 2026
18
Pertamina Patra Niaga Dukung Satgas BBM, Pengawasan Subsidi Dilakukan Bersama

Pertamina Patra Niaga Dukung Satgas BBM, Pengawasan Subsidi Dilakukan Bersama

26 Agustus 2026
37

Lain halnya dengan harga cabe merah keriting yang sampai saat ini masih bertahan di angka Rp 55.000. Sudah sejak 3 hari ini belum terjadi fluktuasi harga cabe merah keriting di pasar.
Sunarti memprediksi, harga komoditi bumbu dapur akan kembali stabil dalam waktu dekat jika kondisi alam masih cerah dan tidak diguyur hujan berlebihan. Untuk memenuhi kebutuhan rica dan tomat, saat ini sebagian besar pedagang masih bisa mengandalkan hasil panen petani lokal. Kalau pun ada impor dari luar, jumlahnya pasti tidak banyak.

ADVERTISEMENT

“Sekarang ini, untuk cabe keriting, rawit dan tomat kita masih andalkan suplai petani lokal. Misalnya dagangan saya ini lokal semua, ada yang dari aimas, ada dari SP. Tapi kalau untuk bawang, disini tidak ada petaninya, jadi harus ambil dari luar,” ujarnya.
Berbanding terbalik dengan harga cabe, tomat, dan kawan-kawannya harga beberapa jenis sayuran masih terbilang mahal. Misalnya saja harga satu ikat sawi hijau kini Rp 15.000, padahal biasanya hanya Rp 10.000 saja. Juga harga setumpuk timun berisi 5-6 buah biasanya Rp 5.000, sekarang melambung Rp 15.000.

“Yang masih agak mahal sekarang sayuran. Sawi kemarin sampai Rp 20.000 seikat, sekarang Rp 15.000 sudah dapat. Tapi timun masih mahal. Satu tumpuk harganya Rp 15.000,” bebernya.
Akibat fluktuasi harga tersebut, pedagang mengaku konsumsi masyarakat menurun sehingga lapak sepi pembeli. Selain enggan berbelanja ke pasar, untuk kebutuhan dalam jumlah besar biasanya sebagian masyarakat memilih berbelanja sendiri di kebun demi mendapatkan harga yang miring. (ayu)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Tingkatkan Pelayanan, Disdukcapil Hadirkan Mesin Antrean

Next Post

Wali Kota Berani Beda Sendiri !

Related Posts

Ukir Sejarah Kemandirian Pangan Papua, Kilang Kasim Dampingi Petani Klayas Sukseskan Panen Raya
Ekonomi

Ukir Sejarah Kemandirian Pangan Papua, Kilang Kasim Dampingi Petani Klayas Sukseskan Panen Raya

28 Agustus 2026
37
BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik
Ekonomi

BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik

26 Agustus 2026
18
Pertamina Patra Niaga Dukung Satgas BBM, Pengawasan Subsidi Dilakukan Bersama
Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Dukung Satgas BBM, Pengawasan Subsidi Dilakukan Bersama

26 Agustus 2026
37
Penyalahgunaan Pertalite di Ambon Diungkap, Pertamina Patra Niaga Apresiasi Langkah Polda Maluku
Ekonomi

Penyalahgunaan Pertalite di Ambon Diungkap, Pertamina Patra Niaga Apresiasi Langkah Polda Maluku

26 Agustus 2026
28
Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua
Ekonomi

Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua

24 Agustus 2026
22
Sinergi Bank Indonesia Dorong UMKM Papua Barat Tembus Pasar Global di KKI 2026
Ekonomi

Sinergi Bank Indonesia Dorong UMKM Papua Barat Tembus Pasar Global di KKI 2026

21 Agustus 2026
18
Next Post
Wali Kota : Semua Sudah Siap !

Wali Kota Berani Beda Sendiri !

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

LJ Klaim Jadi Korban Politik Usai Tolak Fakfak-Kaimana Masuk Papua Barat Daya

LJ Klaim Jadi Korban Politik Usai Tolak Fakfak-Kaimana Masuk Papua Barat Daya

29 Agustus 2026
Kapal Perang TNI AL dari Papua Barat Daya Angkut Bahan Kontak untuk Korban Gempa Bumi NTT

Kapal Perang TNI AL dari Papua Barat Daya Angkut Bahan Kontak untuk Korban Gempa Bumi NTT

29 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!