Lambert mengatakan, Suku Maybrat selalu ada waktu untuk duduk bersama. Ia berterimakasih atas kedatangan Bupati Maybrat, namun ada hal-hal yang sensitif yang tidak dapat dipublikasikan. “Yang penting beliau sudah bertemu dengan saya. Intinya kita ingin bersatu, dan rencana hari Jumat akan diadakan rapat. Hari ini adalah awal dari kekeluargaan, yang harus bersama,” ucapnya.
Lambert menegaskan Sorong Raya tidak bisa hanya dijanji, yang dapat membangun Sorong Raya hanya orang Sorong Raya bukan dari luar Sorong Raya. “Sudah hampir 4 tahun SK dibentuk, dan yang tanda tangan SK pun tinggal 1 bulan akan turun dari jabatan. Tanpa SK pun kami bisa jalan, sebenarnya saat SK dikasih kami punya suatu harapan ada dukungan dari yang menandatangani SK tersebut, tapi kalau tidak ada dukungan kembalikan saja,” ucapnya.
Ditambahkannya, perjuangan pemekaran Provinsi Papua Barat Daya dikembalikan ke rakyat Sorong Raya yang akan tetap berjuang, hari ini, besok, atau bahkan 10 tahun yang akan datang. “Kalau saya tiada, masih ada generasi Maybrat yang akan gantikan saya. Harga diri segala-galanya, kami tidak boleh ditipu dengan cara seperti itu,” tegas Lambert Jitmau. (juh)













