Pelindo–Pelni–KSOP Siapkan Layanan Terpadu Hadapi Lonjakan Penumpang Nataru
SORONG – PT Pelindo (Persero) Regional 4 Sorong bersama PT Pelni Cabang Sorong dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Sorong menyiapkan berbagai fasilitas dan langkah antisipasi untuk menghadapi arus mudik dan balik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Pelabuhan Sorong.
General Manager PT Pelindo (Persero) Regional 4 Sorong, Sonny Uktolseya, menjelaskan bahwa sejak tahun lalu seluruh BUMN telah bernaung di bawah Danantara. Karena itu, hampir seluruh program yang dijalankan Pelindo, termasuk pelayanan mudik Nataru, merupakan bagian dari program Danantara.
Sonny mengatakan bahwa, salah satu bentuk keseragaman nasional adalah perubahan warna posko di Pelabuhan Sorong yang kini menjadi merah putih, menggantikan warna biru sebelumnya. Hal ini menjadi simbol integrasi dan standar pelayanan BUMN di seluruh Indonesia.
“Dalam menghadapi Nataru, Pelindo menyiapkan berbagai fasilitas pelabuhan, mulai dari dermaga untuk sandar kapal, terminal penumpang, hingga area parkir bagi pengantar dan penjemput. Di terminal penumpang, Pelindo telah memasang pendingin ruangan (AC) di lantai 1 dan lantai 2 untuk meningkatkan kenyamanan penumpang,” katanya.
Selain itu, lanjutnya bahwa Pelindo juga menyediakan dispenser air minum panas dan dingin di lantai 1 dan 2 lengkap dengan cup, troli untuk penumpang yang membawa barang banyak, kursi roda bagi penumpang sakit atau penyandang disabilitas, serta televisi untuk pengumuman dan hiburan selama menunggu keberangkatan kapal.
“Untuk area parkir, Pelindo menyiapkan lahan seluas sekitar 1 hektare di samping kantor untuk kendaraan roda empat dan sekitar 1.000 meter persegi di area pelabuhan untuk kendaraan roda dua. Masyarakat juga dipersilakan menggunakan area parkir di belakang Kantor Pelni secara gratis apabila area pelabuhan sudah padat,” katanya ketika ditemui Radar Sorong di Kantor PT Pelindo (Persero) Regional 4 Sorong, Kamis (18/12).
Sonny juga mengimbau penumpang agar datang tepat waktu sesuai jadwal keberangkatan, membawa barang secukupnya, menyiapkan obat-obatan pribadi, serta menghindari membawa perhiasan atau barang berharga selama perjalanan laut. Ia juga menegaskan agar masyarakat membeli tiket melalui jalur resmi dan tidak percaya pada calo.
Sementara itu, Kepala Cabang PT Pelni Sorong, Duta Kusuma Putra, mengatakan bahwa Pelni menyiapkan delapan armada kapal penumpang untuk mengantisipasi lonjakan penumpang Nataru. Kapal-kapal tersebut antara lain KM Dobonsolo, KM Dorolonda, KM Sinabung, KM Ciremai, KM Gunung Dempo, KM Tidar, dan KM Labobar.
“Jadi imbauan kami, belilah tiket itu jauh-jauh hari. Jauh-jauh hari jangan mepet-mepet dalam hari keberangkatannya. Dan kami ada aplikasi Pelni Mobile di situ. Jadi kalau misalkan tidak sempat ke loket Pelni atau gimana, kita ada aplikasi Pelni Mobile. Jadi download saja di PlayStore namanya Pelni Mobile, dan di situ bisa beli tiket kapan saja di mana saja, itu sesuai dengan pilihan masyarakat membeli tiket.”
Kacab mengatakan memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 22 Desember 2025, di mana dua kapal, yakni KM Labobar dan KM Sinabung, akan tiba bersamaan di Pelabuhan Sorong.
“Tujuan mudik terbanyak diperkirakan menuju wilayah barat, khususnya Ambon,” katanya.
Plt Kepala KSOP Sorong, Stevie Manduapessy, menambahkan bahwa posko terpadu Nataru telah dibuka mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Posko tersebut melibatkan seluruh stakeholder pelabuhan, seperti KSOP, Distrik Navigasi, Pelindo, Pelni, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Basarnas, Dinas Perhubungan, Polsek Kawasan Pelabuhan, dan Polair Polda Papua Barat.
Dikatakan bahwa KSOP juga telah melaksanakan ramp check atau uji petik terhadap 25 kapal penumpang yang beroperasi di Pelabuhan Sorong, dengan 20 kapal di antaranya telah dinyatakan selesai dan siap melayani angkutan Nataru. Ia juga mengimbau masyarakat untuk membeli tiket secara resmi, merencanakan perjalanan dengan baik, memilih kapal sesuai tujuan, serta memastikan kondisi kesehatan dan perlengkapan selama perjalanan.
“Kami menghimbau kepada masyarakat yang pertama beli tiket lewat resmi, ada di Pelni itu dijual secara online. Kemudian kedua, merencanakan perjalanan itu dengan baik dan benar. Kemudian ketiga, memilih kapal yang sesuai dengan tujuan. Kemudian merencanakan perjalanan itu dengan menyiapkan berbagai macam seperti obat-obatan, kesehatan harus fit, kemudian perlengkapan yang secukupnya yang harus dibawa,” katanya.(zia)














