Pemilik Rumah Lagi di Pasar, Diduga Akibat Kosleting Listrik
SORONG – Satu unit rumah warga bernama Ibrahim Eso di Jln Selat Sele RT 002 /RW 005 Kompleks Belakang GOR nyaris rata dengan tanah akibat dilalap si Jago Merah, Senin (13/6) sekitar pukul 10.45 WIT. Beruntung api tidak menjalar ke rumah warga lantaran langsung dipadamkan oleh mobil tangki air dan warga sekitar. Proses pemadaman api dibantu oleh mobil tangki dan juga warga maupun pihak kepolisian. Tampak, Kapolsek Sorong Kota, AKP Saroji berada di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP). Usai api berhasil dipadamkan, warga secara bersama-sama mengevakuasi barang-barang si pemilik rumah, ke tempat yang lebih aman.
Salah satu warga, Syarif Nari mengatakan, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah kosleting arus pendek listrik di rumah tersebut. Sebab, terlihat api berasal dari plafon rumah. ”Karena, saat saya dihubungi, aaya langsung datang dan melihat ke atas rumah sudah ada asap yang mengepul dari plafon, selanjutnya saya hubungi mobil tangki,”jelasnya kepada awak media, kemarin. Berkat bantuan mobil tangki air dan kerjasama warga, sambung Syarif akhirnya kebakaran rumah yang terletak di lorong 1 tersebut berhasil dipadamkan. ”Alhamdulillah dengan bantuan mobil tangki, langsung kita bagi ke lorong 1 dan lorong 2 karena rumah ini berbelakangan dengan lorong 2,”tuturnya.
Syarif Nari yang mantan anggota DPRD Kota Sorong menambahkan 1 unit rumah yang terbakar merupakan rumah hunian milik warga dan saat ini hanya 1 unit yang terbakar. Saat kejadian, tambah Syarif pemilik rumah sedang berada di pasar. Kejadian kebakaran ini, tidak menelan korban jiwa. ”Yang berada didalam rumah hanya anak dan mertuanya. Sang pemilik rumah, sedang berada di pasar,”tandasnya. Datang usai api berhasil di padamkan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Sorong langsung dikeluhkan warga. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Sorong, Ridwan Iribaram saat dikonfirmasi keterlambatannya mengatakan bahwa seharusnya masyarakar melapor ke pos pembantu
”Kalau terjadi kebakaran, kami kan memiliki pos yang bisa didatangi oleh masyarakat untuk melapor. Kalau melalui handphone kadang terganggu. Karena, pegawai Dinas Pemadam Kebakaran Kota Sorong memiliki waktu jaga di pagi, siang maupun malam hari. Sehingga jika ada kebakaran, harusnya warga datang melaporkan ke pos,”tuturnya. Menanyakan terkait kendala, Ridwa menyebutkan rentetan kendala yang dialami Dinas Pemadam Kebakaran yakni tidak memiliki mobil penampung air, tidak ada curah air. Dan selang mobil tangki yang masih bocor.
”Semoga ada perhatian untuk mengatasi kekurangannya. Kemudian karena SOP, setiap distrik ada mobil pos pembantu, jadi kalau induk belum datang maka mobil pos pembantu yang membantu, ini kan tidak ada. Jadi, bukan salahnya kami,”pungkasnya. (juh)















