SORONG – Sebanyak 14 orang pemuda asal Papua Barat diberangkatkan ke Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) tambang bawah tanah.
Kegiatan tersebut merupakan program yang dihadirkan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) guna meningkatkan kemampuan para pemuda untuk menekuni dunia pertambangan.
Anggota Komisi VII DPR RI, Rico Sia menyebutkan program Diklat tambang bawah tanah ini merupakan program pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai mitra kerja Komisi VII DPR RI.
Melalui kemitraan tersebut, maka 14 peserta yang terpilih tersebut merupakan hasil aspirasi yang diusulkan olehnya sebagai anggota Komisi VII DPR RI. Tujuannya agar pemuda Papua Barat juga terlatih dalam kegiatan tambang bawah tanah.
“Kita harapkan pemuda dari Papua Barat yang dicanangkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini dapat meningkatkan skill dan keterampilan pemuda kita di Papua Barat, sehingga dengan keahlian dan keterampilan yang diterima dapat bersaing didunia kerja,” ujar Rico Sia.
Salah satu peserta Diklat asal Sorong, Christian Tansil mengaku bangga dan senang. Ia tak menyangka diberikan kesempatan untuk dapat mengikuti program Diklat tersebut.
Mahasiswa Universitas Victory sekaligus alumni jurusan pertambangan SMK Negeri 1 Kota Sorong tersebut mengungkapkan, dengan menjalani Diklat tersebut dirinya tidak hanya mendapatkan pengetahuan melainkan juga dapat memperoleh pengalaman. Sehingga ketika nanti terjun dan bekerja di dunia pertambangan, dirinya sudah memiliki dasar yang ia dapatkan saat mengikuti Diklat.
“Saya senang terpilih sebagai peserta Diklat, sebab sudah tentu banyak pemuda yang berkeinginan untuk ikut. Dengan Diklat ini pastinya tidak hanya ilmu tapi juga pengalaman sehingga saat nanti kita akan masuk ke dunia kerja khususnya di bidang pertambangan bawah tanah setidaknya kita sudah punya dasar,” kata Christian Tansil.
Selaku panitia penyelenggara diklat dari Balai Tambang Bawah Tanah Sawahlunto – Sumatera Barat, Idris Iqbal berpesan agar peserta diklat dapat mengikuti kegiatan dengan antusias. Sehingga mereka dapat membawa nama baik Papua Barat, juga dapat belajar dan menimba pengalaman sebanyak-banyaknya agar dapat diaplikasikan saat terjun kedunia kerja.
“Untuk adik-adik yang akan diberangkatkan, ikutilah Diklat dengan baik, jadikan ini sebagai modal pengalaman kerja agar semakin siap jika akan terjun kedunia kerja,” pesan Idris Iqbal.
Sesuai dengan jadwal 14 pemuda dari Papua Barat ini akan menjalani pendidikan dan pelatihan selama 14 hari di Balai Tambang Bawah Tanah Sawahlunto di Sumatera Barat. (ayu)















