





SORONG – Turnamen Tenis Meja Kejuaraan Syaiful Maliki Arief (SMA) Cup 1 yang digelar di Pendopo Ikaswara Kota Sorong telah berakhir Minggu (4/12) malam. Dimana PTM Bhineka A berhasil keluar sebagai juara umum dan berhak memboyong piala bergilir SMA Cup.
Ketua Panitia yang diwakili Sekretaris Panitia, Sjachrul Rudianto menyampaikan hasil Kejuaraan SMA Cup 1 sebagai berikut:
Kategori B (Kerukunan / Paguyuban Ikaswara) ada dua nomor yang dipertandingkan. Nomor pertama adalah tunggal: juara 1 Anang (Purworejo), juara 2 M. Zaenal (Purworejo), juara 3 bersama Tumiran (Aregal/Trenggalek), Jajang (IKLK).
Nomor kedua (kategori Ikaswara) adalah ganda : juara 1 pasangan Tumiran – Subari (Aregal), juara 2 Anang – M. Zaenal (Purworejo), juara 3 bersama Rudi-Jajang (IKLK), Sukamtiyana -Iswandi (IKY).
Kategori PTMSI, pertama nomor beregu. Juara 1 PTM Bhineka A (Kota Sorong), juara 2 PTM Forester A (Kabupaten Tambrauw), juara 3 bersama PTM Jupiter (Kota Sorong), PTM Nebulu Polres Sorong (Kabupaten Sorong).
Partai tunggal perorangan Kategori PTMSI sebagai juara ganda perorangan: Juara 1 Aris – Andre (PTM Forester A Kabupaten Tambrauw), juara 2 Bahar – Randi (PTM Forester A Kabupaten Tambrauw), juara 3 Ahmad – Zulkifli (PTM Setda Kabupaten Sorong), Doni Pinontoan – Dani (PTM Bhineka A Kota Sorong).
Anggota DPRPB H. Syaiful Maliki Arief, S.Hut, M.Si selaku sponsor tunggal turnamen SMA Cup 1 mengatakan bahwa, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Ketua Umum Ikaswara Kota Sorong Tupono beserta pengurus dan jajaran yang telah menyediakan tempat, peralatan dan menyertai dari awal hingga akhir turnamen. Syaiful juga mengucapkan terima kasih kepada ketua panitia beserta seluruh jajaran. Dimana pencetus awal turnamen ini adalah ketua panitia Rusman Maulana, sekretaris panitia Sjachrul Rudianto dan bendahara panitia Abdul Kadir. Dia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh wasit yang bekerja keras sehingga pertandingan bisa berjalan dengan lancar hingga akhir. Juga kepada seluruh atlet terutama dari PTM-PTM yang sudah percaya dan hadir ikut pertandingan, sportivitasnya luar biasa. “Tentu di dalam pertandingan ada yang menang dan ada yang kalah. Ini adalah tolok ukur kita bagaimana latihan-latihannya selama ini, kemudian bagaimana kedisiplinan kita, ini adalah cerminan itu. Yang menang jangan jumawa terus berlatih, dan yang kalah terus tingkatkan latihannya,” terangnya.
Syaiful mengatakan pula bahwa dalam turnamen ini semua sudah melihat bakat-bakat anak-anak muda yang luar biasa, di sini terlihat ada regenerasi yang luar biasa dari PTM Bhineka.”Coach Doni yang luar biasa, kita lihat hasil didikan beliau, anak-anak muda ini sudah tumbuh dan sudah berani ‘menantang’ orang-orang tua di turnamen ini. Kita harus tiru, PTM-PTM lain juga harus berani membina anak-anak muda yang nantinya akan menggantikan kita,” harapnya.
Dikatakan bahwa selain PTM-PTM juga terlihat semangat luar biasa atlet-atlet Ikaswara yang tidak mau kalah semangat dengan PTM-PTM. Harapan Syaiful tahun depan harus sudah ada PTM Ikaswara yang berkompetisi di tingkat profesional. “Turnamen ini bentuk kepedulian kami, kontribusi kecil kami kepada olahraga khususnya tenis meja. Kami harap lewat iven ini pembinaan atlet itu terus dilakukan, dan terus tumbuh atlet-atlet muda yang berprestasi hingga tingkat nasional,” tandasnya.(akh)















