MANOKWARI – Perekonomian Papua Barat (PB) pada triwulan III tahun 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 3,70 persen meskipun terjadi perlambatan.
Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat, Eko Listiyono mengatakan berdasarkan pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Papua Barat pada triwulan III tertopang oleh konsumsi rumah tangga.
“Konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan sebesar 1,16 persen,” ujarnya baru-baru ini.
Kendati demikian, melihat dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Papua Barat mendapat sumbangsih dari peningkatan kinerja industri pengolahan yang tumbuh sebesar 3,55 persen dan kinerja pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 9,09 persen.
“Masing-masing memiliki kontribusi sebesar 1,07 persen dan 1,68 persen terhadap produk domestik regional bruto,” ucap Eko.
“Keduanya memiliki pembagian sebesar 26,76 persen dan 18,49 persen,” tambahnya.
Ia menuturkan kinerja impor di Papua Barat terjadi pada bulan Juli dan Agustus yang mana masing-masing sebesar 1,30 juta US dollar dan 9,05 juta US dollar yang berasal dari komoditas bahan bakar mineral.
“Negara tujuan ekspor terbesarnya ada di Tiongkok, Korea Selatan dan Jepang,” tuturnya.
Kinerja ekspor dan impor, lanjut Eko mengalami pertumbuhan positif yang mana periode sebelumnya tercatat negatif sebesar -14,00 persen.
“Kinerja ekspor Papua Barat tertopang dari Liquefied Natural Gas (LNG) sebesar 98,82 persen,” tandasnya. (bw)
















