
SORONG – Air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari. Minimnya air bersih di Distrik Klamono dan Distrik Klasafet Kabupaten Sorong, terpaksa 1.808 kepala keluarga (KK) di sana memanfaatkan air sungai yang keruh dan sumur galian yang airnya tidak layak, serta air tadah hujan. Akibatnya banyak anak-anak yang terserang diare dan penyakit kulit.
Sementara masyarakat di wilayah itu untuk memperoleh air bersih setiap kepala keluarga (KK) harus mengeluarkan uang Rp 3.240.000,-/tahun.
Melihat hal ini Pertamina EP tidak tinggal diam. Pertamina EP membuat Program Peri Berdaya (Peningkatan Sarana Air Bersih Berbasis Masyarakat) di Distrik Klamono dan Distrik Klasafet Kabupaten Sorong.
“Program Peri Berdaya mulai diimplementasikan pada tahun 2020, dengan beberapa tahapan yakni kegiatan survey lokasi DAS (Daerah Aliran Sungai), pembuatan media filter dan komponen lainnya, sosialisasi program, serta yang terpenting adalah penguatan kelembagaan,” ujar Papua Field Manager, Muslim Nugraha kepada Radar Sorong, Kamis (3/11/2022).
Dijelaskan pula bahwa untuk menjamin keberkelanjutan program, Pertamina EP Papua Field melakukan penyusunan Roadmap berupa Rencana Strategis program selama 5 tahun. Keberhasilan program sangat diharapkan agar dapat menjadi solusi bagi masyarakat di Distrik Klamono dan Distrik Klasafet dalam pemenuhan air bersih.
Diakui Muslim Nugraha ada beberapa tantangan yang dihadapi selama program Peri Berdaya ini dilaksanakan, diantaranya adalah aspek kelembagaan dan pengelolaan. Namun berkat upaya maksimal dan dukungan dari beberapa pihak, kendala ini dapat diatasi dengan cara komunikasi yang baik, penguatan kelembagaan serta pendampingan yang intens kepada kelompok dalam pengelolaan program.
Sebelum melaksanakan program, Pertamina EP Papua Field telah mengidentifikasi potensi-potensi yang ada di Distrik Klasafet berupa sumber air sungai Klasafet dengan debit air berkapasitas 5.000 liter/ detik. Selain itu terdapat dukungan dari Pemerintah Distrik Klasafet dan Distrik Klamono yang telah memiliki Badan Usaha milik Kampung (BUMKAM) sebagai pengelola unit usaha, serta terdapat bak penampungan air berkapasistas 64.000 M3 yang dapat digunakan sebagai bak reservoir.
“Dengan potensi yang ada Pertamina EP Papua Field menginisiasi program sebagai solusi permasalahan di Distrik Klamono yaitu penyediaan sarana air bersih,” terangnya.
Strategi yang dilakukan oleh Pertamina EP untuk melaksanakan Program Peri Berdaya meliputi pembuatan Rencana Strategis Program selama 5 tahun yakni Inisiasi Program, Pengembangan Program, Pemantapan Program, Penguatan Program dan Kemandirian program.
Alur Program dijalankan dari hasil Social Mapping, Need Assessment, Strategic Plan and Year Plan, Implementation dan Monitoring Evaluasi.
Dalam mengimplementasikan Program Peri berdaya dibagi menjadi dua kegiatan berupa Optimalisasi Proses Produksi yang terdiri dari Sosialisasi Renja dan Pembentukan Kelembagaan Pengelolaan Air Bersih 1 Kelompok Unit Usaha dari Bumkam. Kemudian survey dan penentuan titik daerah aliran sungai (DAS) sebagai sumber air baku dengan debit air 5.000 litter/detik.
Kemudian pemasangan jaringan distribusi air bersih ke rumah masyarakat 1.808 KK dan fasilitas umum Kantor Distrik Klasafet dan tempat ibadah.
Selain itu penyediaan material jaringan air bersih berupa 1 unit pengelolaan air bersih, pembuatan bak sedimentasi untuk mengolah air baku lebih maksimal dengan kapasitas 64.000 liter/hari, pembuatan dan instalasi Biosand Water Filter Komunal guna menghilangkan kekeruhan sebesar 410 mg/L menjadi 104 mg/L.
Selain ini juga dilakukan peningkatan kapabilitas berupa pelatihan kelembagaan dan pengolahan program 10 orang bersama BumKam, pelatihan perawatan alat dan pengukuran kualitas, pelatihan perawatan jalur pipa distribusi 300 meter.
Dalam menjalankan Program Peri Berdaya ada sejumlah inovasi agar program tersebut dapat lebih efisien diantaranya
Inovasi Sosial dalam Pengelolaan Air Bersih Berbasis Masyarakat yang terintergrasi dengan program lainnya seperti program Bukantani, dan program budidaya tanaman pisang dan pengelolaan kripik pisang, Inovasi Biosand Water Filter komunal sebagai alat filterisasi air, dan inovasi modifikasi bak sedimentasi.
Untuk mensukseskan program tersebut Pertamina EP melakukan sejumlah strategi kemitraan, diantaranya Pertamina EP berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sorong dalam hal ini Pemerintahan Distrik, PUPR, akademisi dalam kegiatan monitoring dan implementasi program, NGO dan perusahaan lainnya yang berada di wilayah Distrik Klamono dan Klasafet.
“Dengan Strategi kemitraan ini program yang dijalankan diharapkan akan lebih mudah tercapai sesuai dengan tujuan program yakni kemandirian program,” terangnya.
Program Peri Berdaya memiliki dampak positif terhadap masyarakat dan stakeholders. Dampak bagi masyarakat Distrik Klamono dan Distrik Klasafet yaitu sejumlah 1.808 KK mendapatkan akses air bersih yang mudah dijangkau dengan kualitas sanitasi yang layak. Ketika musim kemarau, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembelian air bersih sebesar Rp. 3.240.000,-/tahun, karena program Peri Berdaya tetap bisa mensupply air bersih di musim kemarau. Fasilitas umum seperti kantor distrik, pasar, tempat ibadah di Distrik Klasafet dan Distrik Klamono sudah bisa terpenuhi kebutuhan air bersihnya. Dengan adanya program Peri Berdaya, di Distrik Klasafet terbukti terjadi penurunan kasus penyakit diare dan penyakit kulit, sebelumnya terdapat 13 kasus, sekarang menjadi 0 kasus (berdasarkan data dari Puskesmas).
Sementara dampak untuk Pemerintah Kabupaten Sorong Program Peri Berdaya mendukung program pembangunan infrastruktur fasilitas air baku dan sanitasi merata di Kawasan Strategis prioritas (Papua Barat), sesuai dengan RPJMN 2020-2024. Program Peri Berdaya mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Sorong tentang sarana pemenuhan air bersih yang merata sesuai dengan RPJMD Kabupaten Sorong 2017-2022.
Selain melakukan program Peri Berdaya, Pertamina EP Papua Field selama pandemi Covid-19 juga melaksanakan program yang menyentuh masyarakat.
Dimana program tanggung jawab sosial Pertamina difokuskan pada upaya pencegahan penularan Covid-19 melalui bantuan kesehatan, dukungan Vaksinasi Covid 19, bantuan Sembako dan penguatan komunitas UMKM, serta mendampingi pemberdayaan masyarakat seperti program Bukan Tani (Program Budidaya Ikan Air Tawar dan Pertanian Hidroganik) yang dilaksanakan di Kampung Klamono Oil agar tetap mampu bertahan selama masa pandemi.
“Ini adalah komitmen dari implementasi ESG (Environment, Social, Governance) kami untuk senantiasa memberikan manfaat yang berkelanjutan untuk masyarakat,” pungkas Muslim Nugraha.(akh)













