Warga Korban Rumah Jebol Akui Sudah Didata Pemerintah Tapi belum Realisasi
SORONG-Sebagi wujud kepedulian terhadap anggotanya yang menjadi korban banjir beberapa waktu lalu, Ketua Kerukunan Keluarga Masyarakat (KKM) Bone Kota Sorong, Hasbullah memberikan bantuan berupa bahan pokok bagi masyarakat KKM Bone.
“Bantuan ini dalam rangka untuk membantu warga korban banjir, khususnya anggota KKM Bone yang beberapa waktu lalu mengalami musibah banjir,” katanm Hasbullah ketika ditemui usai penyerahan bantuan Bapok kepada salah satu korban banjir, Jumat (4/11).
Kemudian, Dikatakannya bahwa ada puluhan paket bahan pokok yang diberikan kepada korban banjir khususnya anggota KKM Bone Kota Sorong berupa beras, dan beberapa Bapok lainnya.
“Bantuan bahan pokok yang diberikan ada beras, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng. Kita siapkan ada 70 paket,” kata pria berkacamata tersebut.
Ia berharap kepada warga agar bersama pemerintah memperhatikan dan peduli akan kebersihan di lingkungan masing-masing tempat tinggal.
“Saya berharap kepada warga akan membuang sampah pada tempatnya. Karena masalah sampah ini, bukan dari kesalahannya pemerintah tetapi mari kita sama-sama menjaga lingkungan, menjaga kebersihan,” harap Hasbullah.
“Karena kalau masyarakat dan pemerintah bersama-sama peduli akan kebersihan, pasti tidak akan terjadi banjir yang begitu parah. Kemudian drainase perlu diperhatikan jika ada sampah maka harus dibersihkan,” sambungnya.
Warga KKM Bone yang tinggal di KM 10 Kampung Bugis, Murni kepada Radar Sorong mengaku bahwa rumahnya merupakan langganan banjir, hingga beberapa kali mengalami jebol atau dinding rubuh.
“Pokoknya setiap hujan pasti banjir. Seperti bulan Agustus kemarin banjir sampai di leher di dalam rumah, malah jebol,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah mendata tetapi hingga saat ini belum diberikan bantuan untuk perbaikan rumahnya tersebut.
“Kalau sembako ada dari pemerintah. Tapi untuk bantuan perbaikan rumah tidak ada sampai sekarang. Padahal sudah pernah di data tetapi sampai sekarang belum ada realisasi dari pemerintah,” katanya.
Menurutnya, bahkan debit air akibat banjir sekarang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Sementara Pemerintah telah melakukan pengerukan drainase, tetapi tidak di lingkungan tempat tinggalnya.
“Malah volume air lebih tinggi dibanding sebelumnya kah. Pemerintah juga sudah lakukan pengerukan tapi di kita tidak. Saya kira pengerukan ada perubahan, ternyata tidak sama sekali. Saya kan sudah bangun pembatas didepan, jadi kalau hujan itu sebentar saja, sudah tinggal sedikit lagi masuk rumah. Padahal sebelumnya tidak begitu. Kecuali hujan deras dan lama,” katanya.
“Kepada pemerintah tolonglah jalan-jalan lah lihat kita-kita yang terdampak banjir. Jangan cuma janji-janji, tolong direalisasikan apa yang sudah dijanjikan. yang sudah data-data, tolong dilaksanakan lah apa yang dijanjikan itu,” sambungnya.
Ia menambahkan Kepada KKM Bone, sebagai anggota mengucapkan terima kasih banyak dengan bantuan yang sudah diberikan.
“Terima kasih kepada ketua dan pengurus-pengurus KKM Bone yang telah memberikan bantuan kepada kami yang terdampak banjir. Terima kasih banyak dengan bantuan ini karena dapat membantu kami. Semoga KKM Bone semakin solid lagi,” pungkasnya.(zia)












