Peralihan SMA dan SMK tidak Pengaruhi Mutu Pendidikan di Papua Barat

MANOKWARI – Peralihan SMA dan SMK dari provinsi ke kabupaten, tidak mempengaruhi mutu pendidikan di Papua Barat. Saat ini mutu pendidikan di Papua Barat mulai menuju lebih baik.

  Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Papua Barat, Ir. Yohnly Edison Sulla, MM mengatakan setelah peralihan, semangat satuan pendidikan di tingkatan SMA dan SMK sudah berjalan  normal.

“Kita melihat peserta didik sangat bersemangat dalam proses pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang digunakan saat ini,” ujarnya, Selasa (9/5).

  Ia menuturkan pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka sangat terasa impact nya dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Implementasi kurikulum merdeka memberikan peningkatan terhadap mutu pendidikan,” tuturnya.

  Ia menjelaskan bahwa masih ada sekolah-sekolah yang belum melaksanakan implementasi kurikulum merdeka.

“Sangat terasa bedanya antara yang melaksanakan implementasi kurikulum merdeka dengan yang tidak,” jelasnya.

  Ia berharap sekolah yang belum melaksanakan implementasi kurikulum merdeka bisa mendaftarkan sekolahnya.

“Di tahun 2024 nanti, kurikulum merdeka akan menjadi kurikulum nasional,” katanya.

  Ia mengakui bahwa implementasi kurikulum merdeka tidak menjadi kewajiban bagi tiap sekolah. Namun jika sudah ada penetapan menjadi kurikulum nasional, otomatis yang belum mengimplementasikan kurikulum merdeka akan kelabakan.

“Kalau sudah menggunakan implementasi kurikulum merdeka, jangan lagi menggunakan pola-pola lama seperti kurikulum 94 dan sebagainya,” tutupnya. (bw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Icons

error: Content is protected !!