SORONG- Provinsi Papua Barat (PB) yang terdiri dari 13 Kabupaten dan 1 Kota memiliki kom oditi unggulan pangan segar lokal yang bila kelola dan dikembangkan secara baik, bisa mampu menjawab kebutuhan pasar dan menekan laju inflasi di setiap kabupaten kota. Demikian disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat, Lazarus Ullo Saat diwawancarai (7/12).
Sayangnya, lanjut Kepala Dinas potensi pang an lokal atau yang lainnya Bahan Makanan (Bama) Lokal ini sejauh pengamatannya belum dikelola secara baik oleh pemerintah di setiap Kabupaten-kota sehingga terkadang untuk menjawab kebutuhan permintaan pasar,.para pelaku usaha harus mendatangk an pangan segar dari luar Papua barat sepe rti Manado, Bitung dan lain sebagainya.
Lanjut dijelaskan bahwa setiap kabupaten- kota miliki potensi pangan segar lokal masi ng masing yakni Maybrat dikenal dengan keladi, kacang tanah, Sorong Selatan dengan Sagunya, Raja Ampat dikenal dengan Ikan,.Manokwari dikenal dengan sayuran dan buahan dan sebagiannya yang sampai saat ini belum di kelola secara optimal, baik perorangan maupun kelompok swadaya.
Oleh karenanya, sebagai OPD teknis yang keseharian bertanggungjawab langsung terhadap pengelolaan dan pengembangan ketahanan pangan lokal segar, pihaknya dalam hal ini, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat merekrut sebanyak 40 pejabat teknis Dinas Ketahanan Pangan di setiap Kabupa ten Kota selama 7 Hari (5-11/12) menggelar pelatihan dan atau Bimtek untuk selanjutnya sebagai falilitator di disetiap Kabupaten Kota untuk berta nggungjawab melakukan observ asi terhadap potensi pangan segar lokal untuk selanjutnya dilaporkan secara berjen Jan dan periodik kepada pemerintah provinsi dan pusat untuk kepentingan penelitian dan pengembangan lebih lanjut.
Agar efektif dan bisa menyentuh sasaran program dan kegiatan, lanjut Kadis bahwa 40 orang peserta tersebut dibagi menjadi dua kategori yakni, pelatihan khusus spesialisasi petugas untuk kategori pengambil sampel bahan pangan segar dan petugas Pengawas Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT). ”
Ada dua metode pembelajaran, indoor dan autdoor Peserta akan turun ke lapangan untuk melakukan opservasi langsung terhadap potensi pangan segal lokal yang ada di setiap kabupaten-kota seperti ubi ubian, sagu, kela di, sayuran, buah dan sebagainya” jelasnya.
Ditambahkan, peserta yang dianggap berko mpeten dan mendapat sertifikasi berdasarkan peringkat terbaik pertama sampai ketiga, kata Kepala Dinas selanjutnya akan diberikan lisensi khusus sebagai pejabat yang diberi kew enan gan untuk melakukan penelitian dan pengem bangan potensi pangan segar lokal di Papua Barat untuk selanjutnya dilaporkan secara berkala ke Pemerintah Pusat melalui lembaga lembaga peneliti pemerintah untuk dikembangkan sesuai kebutuhan dan permintaan pasar.
Selanjutnya, Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Ekonomi, Dr. Nicko N. Tangke berharap kepada peserta dapat mengikuti pembelajaran ini dengan baik, karena selain mendapat sertifikat, kegiatan yang dilaksanakan melibatkan kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pertanian Organik (LSPP O) merupakan kegiatan berskala nasional yang jarang dilakukan di setiap daerah.
Oleh karenanya kegiatan yang baru pertama kali dilakukan di Papua barat ini harus dimanf aatkan momentum ini dengan baik. (ris).















