Pencapaian Kota Sorong, Lambert : Hasil Karya Mantan Wali Kota

SORONG-Wali Kota Sorong 2 Periode (2012-2017/2017-2022), Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM mengatakan bahwa beberapa capaian yang telah berhasil diperoleh Pemerintah Kota Sorong merupakan hasil karya dari kepala daerah sebelumnya.

Diantaranya, pada bulan Desember 2022 Kota Sorong berhasil menjaga tingkat inflasi terendah se-Indonesia dengan nilai sebesar 3,26 % dan pada bulan Januari 2023 inflasi daerah hanya sebesar 3,23% dan bertahan sebagai inflasi terendah se-indonesia.

Kemudian, Kota Sorong berhasil meraih predikat kepatuhan standar pelayanan publik tahun 2022 kualitas tertinggi 90,17 dan nilai ini masuk 10 besar tingkat nasional. Indeks SPI kategori pemerintah daerah mengalami peningkatan tahun 2021 sebesar 60,46 menjadi 68.53 di tahun 2022.Pencapaian Pemerintah Kota Sorong selanjutnya yaitu Penyelesaian tindak lanjut temuan BPK-RI mencapai 76,61% diatas target yang ditetapkan oleh BPK-RI sebesar 75%. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sorong pada tahun 2022 adalah 78,89% merupakan tertinggi di Provinsi Papua Barat Daya dan Papua Barat bahkan diatas rata-rata nasional.

“Saya baru turun dari jabatan wali kota 5 atau 6 bulan yang lalu. Tadi yang dibacakan (beberapa pencapaian Pemkot) adalah karya-karyanya Lambert Jitmau. Tapi tidak ada ucapan terima kasih. Segala sesuatu tidak akan jatuh dari langit, tapi tergantung pemimpin. Pemimpin punya keberanian, punya tekad untuk bangun suatu daerah,” tegas Lambert usai menghadiri upacara peringatan HUT Kota Sorong ke 23 tahun, Selasa (28/2).

Menurutnya, Papua ini harus ada orang yang berani bangun Papua. “Bukan sekedar bicara-bicara nggak boleh!. Harus bangun dan bangun,” ujarnya.

Dikatakan Lambert bahwa beberapa pencapaian Kota Sorong terkait tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, IPM yang lebih baik, maka itu merupakan hasil kerjanya mantan wali kota periode 2017-2022.

“Itu kan hasil kerja dari tahun 2021 sampai tahun 2022. Masa yang baru datang berapa bulan sudah kerjakan (hasilkan) sesuatu, nggak bisalah. Harus jujur yang disampaikan. Kota ini maju karena bukan apa, tapi karena ada pemimpin. Jadi pegawai yang ada, harus kerja baik untuk bangun kota in,” tegasnya.

Lambert juga menyayangkan bahwa Gedung LJ yang dibangunnya ketika menjabat sebagai wali kota Sorong, diketahui telah mengalami kerusakan.

“Gedung ini saya lihat sudah rusak di dalam. Padahal belum satu tahun. Dijaga dan dirawat, gedung ini megah di kota ini. Presiden saja akui kok. Kalau sudah diakui berarti kita harus sama-sama menjaga,” ungkapnya.

Kembali kepada pemimpin, kata Lambert Kalau ada gedung Pemerintahan yang sudah rusak, bagaimana melihat fasilitas itu dan mengalokasikan dana untuk biaya pemeliharaan.

“APBD/anggaran di daerah ini kan ada, sisipkan sedikit untuk menjaga gedung ini. Semua yang ada ini kan saya dan sa pu kakak mantan wali kota pertama (Alm. J.A Jumame) yang bangun, gedung ini, gedung itu (tunjuk kantor wali kota dan gedung LJ). Tidak ada yang baru, letakan batu pertama saja belum. Datang hanya melihat oh, ini,” jelasnya.

Ia menambahkan kalau gedung LJ itu harus dijaga dan dirawat. Sehingga ini akan ditinggalkan untuk anak dan cucu, generasi penerus.

“Pegawai-pegawai yang ada ini suatu saat akan pensiun. Tapi yang lain akan menikmatinya kan,” pungkasnya.(zia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Icons

error: Content is protected !!