AYAU – Staf dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya Djon Ayorseba, SPd menyerahkan sejumlah bantuan untuk sekolah terluar atau perbatasan. Penyerahan untuk delapan sekolah di wilayah Distrik Ayau dan Distrik Ayau Kepulauan dilakukan di SMPN 8 Raja Ampat di Dorehkar.
Bantuan dibawa dengan KM Sabuk Nusantara 112 dari pelabuhan Sorong berangkat pada hari Jumat (23/2) pukul 24.00 Wit. Setelah menempuh perjalan enam jam baru sampai di Pelabuhan Waisai. Dari Waisai semula berangkat Sabtu pukul 15.00 molor menjadi pukul 18.00.
Perjalanan dari Sorong – Waisai kapal sempat goyang sekitar 2 jam akibat ombak. Sedangkan perjalanan dari Waisai menuju pelabuhan Kapadiri ombaknya juga tidak kalah kuat. Selepas dari Tanjung Pamali sekitar jam 22.00 sampai Minggu dinihari pukul 04.00 ombak cukup keras menghantam kapal Sabuk Nusantara 112.
Setelah menempuh perjalanan 13 jam baru sampai pelabuhan Kapadiri. Di dermaga Kapadiri kapal sekitar satu jam kembali melanjutkan perjalanan menuju Distrik Ayau, tepatnya Dorehkar. Di Dorehkar Kapal berlabuh cukup jauh. Karena untuk sampai ke darat long boat butuh waktu 40 menit akibat air laut yang lagi surut.
Sebelum turun ke Dorehkar untuk menurunkan sejumlah bantuan seperti dua unit mesin genset, 21 unit komputer PC All In One, Laptop 21 unit, UBS 21 unit, printer 5 unit dan kertas HVS 116 dos serta tinta printer, agak kewalahan, mengingat dari kapal langsung diturunkan ke long boat. Dibantu Kepala SMPN 8 beserta guru dan siswa, barang-barang bisa turun semua dan dibawa ke SMPN 8.
Dan malam harinya kepala SMAN Ayau, SMPN Dorehkar , kepala SMPN Rutun dan sejumlah kepala SD dikumpulkan di SMPN 8 untuk mengambil bantuan tersebut. Dari rekanan membuka dos komputer, Laptop dan lainnya untuk dipisah-pisah untuk masing-masing sekolah.(pon)













