SORONG – Perilaku kebiasaan buruk masyarakat yang suka membuang sampah di sembarang tempat, nampaknya sampai saat ini menjadi momok bagi kebersihan lingkungan. Seperti halnya yang terlihat di lorong Gereja Emaus menuju Bangsal Pertamina Kelurahan Kofkerbu Kota Sorong.
Salah satu warga, Agustinus Bleskadit kepada Radar Sorong mengatakan bahwa sejak awal sudah ada larangan kepada warga untuk tidak boleh membuang sampah di lahan kosong milik salah satu warga, namun nyatanya larangan tersebut tidak diindahkan. “Sudah dilarang, bahkan ditulis papan larangan tapi masyarakat tetap malas tau buang sampah,” ucapnya.
Kondisi sampah saat ini lanjut Bleskadit, telah bertumpuk dan tidak ada petugas kebersihan yang masuk di lorong untuk mengangkat tumpukan sampah yang menyerupai gunung tersebut. Imbasnya, masyarakat sekitar terkena dampak bau tak sedap.
Terkait masalah ini, pihaknya secara swadaya bersama aparat RT setempat diantaranya Ibu RT Mery Sesa dan Bapa RT Yoppy Arnee, berkoordinasi dengan pemilik lahan, dan sudah siap untuk menurunkan alat untuk pembersihan sampah, sekaligus dipasang pagar pelindung agar tidak lagi dijadikan tempat pembuangan sampah.
“Pernah dari Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup sudah turun langsung melihat. Seharusnya pada saat itu, sampah-sampah ini sudah diangkut dengan dua truk, tapi karena dari pihak kebersihan bilang jangan dulu diangkat karena harus ada rapat khusus dengan pemilik lahan dan warga masyarakat, tapi nyatanya sampai saat ini sudah tiga minggu sampah-sampah ini juga belum diangkut,” tukasnya.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Sorong, Julian Kelly Kambu,ST,MSi membenarkan bahwa pihaknya sekitar tiga Minggu lalu telah turun ke lapangan untuk berkoordinasi dengan masyarakat terkait keluhan ini, dan sesuai rencana juga akan menggelar pertemuan dengan warga dan aparat setempat. Namun karena kesibukannya yang juga sama penting sehingga pihaknya baru akan menjadwalkan paling lambat Minggu depan. “Ia memang betul ada keluhan warga masyarakat dan kami juga sudah turun langsung melihat keadaan lingkungan memang sangat buruk dan tercemar. Jadi rencana minggu berjalan atau paling lambat Minggu depan sudah dilakukan pembersihan,” kata Kelly Kambu. (ris)













