Herlin Sasabone: Tanggap Darurat yang Dikeluarkan Telah Berakhir, Minggu (6/3)
SORONG – Kepala BPBD Kota Sorong, Herlin Sasabone,ST.,MM mengatakan, pihaknya akan melakukan pemindahan pengungsi dari tenda pengungsi yang penempatannya sejak kejadian bencana tanggal 22 Februari berada di atas jalan lingkungan di Kelurahan Klaligi. Pemerintah Kota Sorong juga akan membangun tempat hunian sementara.
“Kami akan pindahkan, jadi ada 2 tenda pengungsi di RW 1, pengungsinya sudah dipindahkan ke tenda pengungsi di satu lahan yang memang sudah disiapkan dan bersama dengan teman-teman dari Dinas Sosial, Kemensos itu sudah dibuatkan tenda keluarga,” katanya kepada Radar Sorong, Sabtu (5/3).
Lanjutnya, Sedangkan untuk RT 3 akan dipindahkan ke belakang kantor yang sekarang jadi posko lapangan BPBD. “Di situ juga ada lapangan dan kita siapkan 13 tenda keluarga untuk menampung pengungsi-pengungsi. Baik itu yang ada di pos lapangan maupun yang ada di tenda pengungsi,”ungkapnya.
Kata Herlin, Dengan harapan ketika mereka sudah berpindah ke tenda – tenda pengungsi di luar jalur jalan umum, maka aktivitas masyarakat di jalan itu sudah bisa normal kembali.
“Usaha-usaha, baik itu yang jual ikan asin, semua itu sudah bisa bergerak normal kembali. Kemudian aktivitas-aktivitas sudah bisa dilakukan di jalan lingkungan tersebut. Sehingga tidak mengganggu,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa, ada pembangunan yang sekarang ini sudah mulai bertahap yang telah dilakukan, dari informasi yang pihaknya dapat dari lurah Klaligi disampaikan, untuk di wilayah Klaligi yang mana dari 19 rumah rusak dilaporkan. Untuk 4 tempat usaha yang hilang itu sudah dibangun.
“Sementara dalam proses pembangunan. Sedangkan yang memang berat ini adalah rumah tinggal,” ungkapnya.
“Kemudian di Doom itu sudah dilaporkan juga satu rumah sementara sudah di rehabilitasi,” sambungnya.
Lanjutnya bahwa Pemerintah Kota Sorong akan membangun hunian sementara di Klaligi. Sedangkan, Lanjutnya untuk di Doom, pihaknya dengan lurah setempat sudah sepakat untuk pembangunan kembali karena ada 1 rumah yang rusak akibat angin kencang sehingga memang harus direhab total.
Herlin menambahkan, untuk data total rumah yang rusak dan tempat usaha akibat angin kencang dan gelombang tinggi pada 22 Februari 2022 telah disampaikan ke Wali Kota Sorong. Ada 187 KK yang terdampak terdiri dari Kelurahan Raam 1 KK, Kelurahan Doom Barat 85 KK, Kelurahan Doom Timur 29 KK, Kelurahan Rufei 20 KK dan Kelurahan Klaligi 52 KK. Sedangkan untuk kerusakan bangunan-bangunan hilang ada 24 unit, rusak berat 13 unit, rusak sedang ada 8 unit dan rusak ringan 131 unit.
“Ini data kerusakan akibat bencana angin kencang ini memang volume besarnya ada di Kelurahan Klaligi dan Doom. Tapi sebenarnya ada dampak di kelurahan lain lagi, seperti misalnya di Rufei kemudian Kelurahan Raam itu juga terdampak dan ada kerusakan di situ yang dilaporkan sehingga ini kami sudah masukkan semua di dalam data sudah dilaporkan ke pak wali,” bebernya.
Ia menegaskan, untuk status tanggap darurat yang kami keluarkan pada tanggal 23 Februari akan berakhir di hari Minggu ini (6/3). Maka dengan berakhirnya tanggap darurat maka posko di tempat kejadian akan ditutup. Pos Komando tetap di BPBD. Kalau ada warga yang mau serahkan bantuan maka bisa langsung ke kantor atau bisa langsung ke masyarakat terdampak karena akan ada lurah setempat. (zia)













