AIMAS – Pj Bupati Tambrauw Engelbertus Kocu dan Pj Bupati Sorong Yan Piet Moso duduk bersama membahas penegasan batas wilayah Distrik Moraid versi Kabupaten Tambrauw dan Distrik Mega versi Kabupaten Sorong.
Permasalahan tersebut sudah berlangsung belasan tahun lamanya dan hingga kini belum ada titik terang. Hal tersebut mengakibatkan masyarakat menerima dualisme pelayanan dari kedua wilayah pemerintahan tersebut.
“Yang saya sayangkan selama ini adalah terkait pelayanan dualisme pemerintahan kepada masyarakat yang ada di wilayah tersebut. Masyarakat menerima dari Tambrauw, tapi mereka juga menerima Kabupaten Sorong,” ujar Manase Paa.
Manase Paa berharap permasalahan terkait batas wilayah antar kedua wilayah tersebut harus segera diselesaikan. Sebab masyarakat menaruh harapan besar kepada pemerintah untuk penyelesaikan masalah tersebut.
Sementara itu, Engelbertus Kocu mengatakan, penyelesaian tapal batas ini merupakan permasalahan yang sudah berlangsung sangat lama. Baginya, permasalahan tapal batas ini seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
“Mari kita saling mendukung dan bekerjasama untuk menyelesaikan persoalan ini secara damai tanpa ada masalah. Kalau ada pembangunan dari Kebupaten Sorong atau Kabupaten Tambrauw, masyarakat harus diterima. Namun nanti kita akan melakukan pesta adat di wilayah tersebut untuk menyatukan kita semua,” tambah Engelbertus Kocu.
Terkait dengan hal itu, Engelbertus Kocu mengatakan, hasil dari pertemuan ini, akan menjadi bahan laporan Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw dan Kabupaten Sorong kepada Pemerintah Pusat.
Hal senada disampaikan juga oleh Pj Bupati Sorong, Yan Piet Moso. Baginya, persoalan ini tentu menjadi perhatian tanggungjawab pemerintah dimana kedua wilayah tersebut merupakan persoalan yang harus diselesaikan secara kekeluargaan.
” Jadi pertemuan kami hari ini adalah pertemuan adat/kekeluargaan. Kami sudah mendiskusikan persoalan tapal batas ini dan sudah ada beberapa pokok pikiran serta langkah-langkah yang kami harus kerjakan bersama. Maka pokok pikiran terkait persoalan ini akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat,” tutup Yan Piet Moso. (ayu).













